WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Petani di Desa Habau, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, patut bersyukur. Di tengah musim kemarau panjang, mereka masih berhasil memanen padi.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Habau, Syarfani, mengatakan petani sempat khawatir tanaman padi mereka terdampak kekeringan.

Namun, kekhawatiran itu dapat teratasi setelah petani mempercepat masa tanam.

“Tanamnya kami percepat,” ujar Syarfani saat panen raya, Selasa (15/09/2026).

Lahan padi yang berhasil dipanen kelompok tani tersebut mencapai sekitar 30 hektare.

Petani menanam varietas Sukari yang memiliki masa panen sekitar 100 hari.

Syarfani memperkirakan hasil ubinan gabah kering giling (GKG) mencapai sekitar 7 ton per hektare.

Panen dilakukan di lahan lebak atau rawa yang selama ini, menjadi salah satu kawasan pertanian di Desa Habau.

Panen raya tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Tabalong, termasuk Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Tabalong, Fahrul Raji.

Baca Juga: 300 Murid TK di Tabalong Belajar Kenali Bencana dan Cara Evakuasi

Baca Juga: Pasar Murah di Tabalong Jual Minyak dan Gula Bersubsidi untuk Kendalikan Inflasi

Fahrul mengatakan, Desa Habau memiliki potensi pertanian yang besar karena didukung lahan yang luas.

“Seluruhnya ada 130 hektare,” kata Fahrul.

Meski demikian, sektor pertanian di kawasan tersebut masih menghadapi persoalan ketersediaan air.

Menurutnya, lahan pertanian di Desa Habau selama ini masih sangat bergantung pada air hujan. Kondisi tersebut membuat tanaman padi rentan terdampak ketika terjadi musim kemarau panjang.

“Untungnya di Kelompok Sumber Rejeki tidak. Masih bisa dipanen,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi persoalan air pada musim tanam berikutnya, DKPPP Tabalong akan mengupayakan bantuan sumur bor bagi petani.

Fahrul mengatakan, kelompok tani yang membutuhkan fasilitas tersebut dapat mengajukan proposal kepada pemerintah daerah.

“Silakan mengajukan,” katanya.

Menurut Fahrul, ketersediaan air yang memadai berpotensi meningkatkan produktivitas padi di Desa Habau.

Ia memperkirakan hasil ubinan gabah kering giling dapat meningkat menjadi sekitar 8 hingga 9 ton per hektare, jika kebutuhan air tanaman terpenuhi.