Pembak HST Langsung Beri Santunan Sehari Usai Tiga Rumah Terbakar di Limpasu
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sehari setelah kebakaran menghanguskan tiga rumah di Desa Limpasu, Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), warga terdampak langsung mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten HST.
Bantuan disalurkan pada Senin (05/10/2026), setelah kebakaran yang terjadi Minggu (04/10/2026) malam, yang menyebabkan empat keluarga terdampak.
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai, sembako, dan kebutuhan nonlogistik, untuk memenuhi keperluan dasar warga setelah rumah mereka terbakar.
Kepala Dinas Sosial PPKB PPPA HST, H Syahbidin, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Bupati HST Samsul Rizal, agar kondisi warga terdampak segera mendapat perhatian.
“Bapak Bupati HST Samsul Rizal mengarahkan, agar warga yang terdampak musibah segera mendapat perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Syahbidin.
Penyaluran melibatkan Dinas Sosial PPKB PPPA HST bersama BPBD dan Damkar HST, pemerintah kecamatan, aparat desa, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Menurut Syahbidin, bantuan pada tahap awal tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari sembari menjalani masa pemulihan, setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Baca Juga: Balita 3 Tahun Tenggelam di Sungai Barabai HST, Ditemukan 10 Meter dari Titik Pencarian
Baca Juga: Bupati HST Samsul Rizal Beri Beasiswa Qari-qariah Berprestasi dan Apresiasi 75 ASN Purnatugas
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar setelah rumah mereka terdampak kebakaran,” katanya.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.45 Wita. Api menghanguskan tiga rumah warga dan menyebabkan kerugian materiil, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Penanganan warga terdampak dilakukan secara bersama oleh unsur pemerintah daerah, hingga tingkat desa, BPBD, dan Damkar serta Tagana.
Pemkab HST melalui instansi terkait, juga masih melakukan pendataan dan melihat kebutuhan warga di lapangan untuk menentukan dukungan lanjutan yang diperlukan. (wartabanjar.com/*)