300 Murid TK di Tabalong Belajar Kenali Bencana dan Cara Evakuasi
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Sebanyak 300 murid TK Golden Star Kids mengikuti edukasi kebencanaan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (15/09/2026).
Para murid itu datang didampingi guru serta orang tua atau wali. Mereka disambut Kepala Pelaksana BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi, bersama jajaran di Kantor BPBD Tabalong, di Jalan By Pass, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak.
Dalam kunjungannya, anak-anak dikenalkan dengan pengetahuan dasar mengenai bencana, mulai dari upaya pencegahan hingga tindakan awal, yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
"Kegiatan edukasi bencana ini merupakan budaya sadar bencana yang perlu ditanamkan sejak usia dini," kata Haris.
Dilanjutkan, kegiatan kunjungan belajar tersebut mengusung tema "Pengetahuan tentang Bencana dan Cara Evakuasi".
Kunjungan 300 murid TK Golden Star Kids dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan Selasa, sedangkan tahap kedua dilanjutkan pada Rabu (16/09/2026).
"Tujuannya untuk mengenalkan sekaligus meningkatkan kepedulian anak terhadap kebencanaan," tambah Haris.
Materi kebencanaan disampaikan dengan cara sederhana, dan menyenangkan agar sesuai dengan usia anak-anak.
Baca Juga: Pasar Murah di Tabalong Jual Minyak dan Gula Bersubsidi untuk Kendalikan Inflasi
Baca Juga: Soroti Program Bedah Rumah Warga, DPRD Tabalong Minta Bantuan Tidak Lewat Pihak Ketiga
BPBD tidak hanya memberikan penjelasan secara teori, tetapi juga menggunakan media visual, simulasi sederhana, serta metode bermain sambil belajar.
Anak-anak diajak mengenali langkah-langkah penyelamatan diri, ketika menghadapi situasi darurat. Dengan pendekatan tersebut, pesan mengenai keselamatan diharapkan lebih mudah dipahami.
"Melalui kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Tabalong ingin membentuk karakter anak yang tanggap terhadap bencana. Anak-anak diharapkan mampu memahami tindakan dasar penyelamatan diri, tidak mudah panik, serta mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi," jelas Haris.
Haris menegaskan, edukasi kebencanaan tidak cukup hanya diberikan kepada masyarakat dewasa, namun kesiapsiagaan bencana perlu diperkenalkan sejak usia dini.
Menurut dia, pengenalan kebencanaan sejak anak-anak menjadi salah satu langkah, untuk membangun budaya sadar bencana secara berkelanjutan.