WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak setiap Minggu sore. 

Di ruang terbuka itu, anak-anak berkumpul membaca buku, belajar bersama relawan, hingga menggambar dan mewarnai.

Kegiatan tersebut merupakan Lapak Baca, Belajar, dan Mewarnai yang digelar Sekolah Rakyat Merdeka Martapura. 

Suasananya dibuat santai, sehingga anak-anak bisa belajar sekaligus bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya.

Lapak ini sekaligus memperlihatkan cara Sekolah Rakyat Merdeka, membawa kegiatan pendidikan lebih dekat ke masyarakat.

Founder Sekolah Rakyat Merdeka, Wira Surya Wibawa, mengatakan gerakan tersebut sejak awal dibangun sebagai ruang pendidikan alternatif yang berbasis kerelawanan.

“Pendidikan sebagai manifestasi kehidupan, itulah pola pikir awal dari kehadiran Sekolah Rakyat Merdeka,” ujar Wira.

Sekolah Rakyat Merdeka Kalsel berdiri pada 21 April 2021. Gerakan tersebut berawal dari semangat membangun gerakan pemuda, sekaligus menghadirkan ruang pendidikan yang lebih terbuka bagi masyarakat.

Wira menjelaskan, Sekolah Rakyat Merdeka merupakan gerakan kolektif yang mengedepankan pendidikan, dengan prinsip memanusiakan manusia. 

Baca Juga: Pemkab Banjar Beri Bonus Murid Peraih Medali Perak Pencak Silat O2SN Nasional

Baca Juga: Hasil TKA Banjar Jadi Bahan Evaluasi Pendidikan dan Pembenahan di 2027

Dalam pelaksanaannya, relawan menjadi bagian penting dari gerakan tersebut.

“Gerakan kolektif didasari kerelawanan dan tanpa unsur keterpaksaan, demi terwujudnya sosialisme pendidikan Indonesia yang setara, merata, dan inklusif,” jelasnya.

Karena itu, kegiatan Sekolah Rakyat Merdeka tidak harus berlangsung di dalam ruang kelas.

Ruang publik seperti taman, kampung maupun lingkungan masyarakat dapat menjadi tempat anak-anak mendapatkan pengalaman belajar.

Di CBS Martapura, konsep tersebut diwujudkan melalui kegiatan membaca, belajar, menggambar dan mewarnai. 

Relawan mendampingi anak-anak sambil membuka ruang bagi mereka untuk bertanya, bercerita dan mengembangkan kreativitas.

Bagi Sekolah Rakyat Merdeka, aktivitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan membaca. 

Anak-anak juga didorong memiliki rasa ingin tahu, keberanian menyampaikan pendapat dan kebiasaan belajar bersama.