WARTABANJAR.COM, PANGKALAN BUN - Pencarian terhadap lima anak buah kapal (ABK) Tugboat KSA 171 terus dilakukan tim SAR gabungan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (10/9/2026).

Kapal dengan 12 kru itu tenggelam di perairan Kumai pada Rabu (9/9/2026) malam hingga menewaskan satu orang. 

Sementara lima orang lainnya masih dinyatakan hilang.

"Korban meninggal bernama Suhendi, sedangkan enam penumpang yang selamat yakni Suganda, Jurkasan, Fadla, Warkina, Durakin dan Casilo," kata Anggota Basarnas Pangkalan Bun, Maulana Abdillah, Kamis siang.

Baca juga: Dinsos Kalsel Perpanjang Dapur Umum untuk Relawan Karhutla

Baca juga: Keluar Pesawat Langsung Pakai Masker, Wapres Gibran Kunjungi Sekolah Kalteng di Tengah Kabut Asap

Informasi mengenai tenggelamnya kapal diterima Pos SAR Pangkalan Bun sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Banjarmasin dengan tujuan Merak sebelum mengalami kecelakaan di perairan Kumai.

Tim SAR Gabungan kemudian dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi. 

Personel sempat beristirahat di kawasan Tanjung Keluang sebelum kembali melanjutkan operasi pencarian korban.

Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat berasal dari Basarnas, TNI AL dan PMI. 

Personel Basarnas terdiri dari lima anggota SRU air dan satu anggota SRU darat, dibantu dua personel TNI AL serta dua personel PMI. 

Kondisi alat utama yang digunakan dalam operasi dilaporkan aman.

Namun, pencarian lima korban hilang menghadapi tantangan berat. 

Cuaca buruk dan gelombang tinggi membuat Tim SAR harus ekstra berhati-hati saat menyisir perairan. 

Maulana mengatakan ketinggian gelombang di sekitar lokasi kejadian mencapai lebih dari empat meter.

"Proses evakuasi terkendala cuaca, gelombang yang tinggi sampai 4 meter lebih, sudah ada peringatan dari rekan BMKG," ujarnya.

Selain gelombang tinggi, kondisi langit di sekitar lokasi juga diliputi awan tebal. 

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kobar turut menjadi salah satu kondisi yang harus diperhitungkan dalam pelaksanaan operasi pencarian.