WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Ratusan siswa kelas 4 hingga 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Tabalong, Kalimantan Selatan, mengikuti simulasi sembuhkan trauma atau trauma healing pascabencana, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di depan Kantor Desa Tanta Hulu tersebut mengusung pendekatan budaya lokal. 

Kesenian dan permainan tradisional diperkenalkan sebagai salah satu media untuk membantu anak-anak memulihkan kondisi psikologis setelah menghadapi bencana.

Simulasi dipimpin Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong Haris Fakhrozi.

Baca juga: Disdukcapil Tabalong Peringatkan Warga Soal Risiko Nikah Siri dengan WNA

Baca juga: 35 Tenaga Kerja Asing PT Conch di Tabalong Belum Miliki Surat Keterangan Tempat Tinggal

Rangkaian kegiatan diawali dari titik kumpul di MIN 5 Tabalong. 

Para siswa kemudian mengikuti proses evakuasi menuju lokasi pengungsian menggunakan armada BPBD dan bus Brimob.

Sesampainya di tempat pengungsian, para siswa mendapatkan arahan dan edukasi mengenai kebencanaan dari Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang dipimpin Kolonel Arh Riyanto Budi Nugroho.

Edukasi juga diberikan Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Sat Brimob Polda Kalsel di Tanjung, Kompol I Wayan Eka Wijaya, bersama jajaran BPBD Tabalong.

Riyanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penanggulangan bencana, terutama untuk mempersiapkan penanganan terhadap korban setelah berada di lokasi pengungsian.

"Biasanya untuk penanganan setelah korban dikumpulkan di titik pengungsian dan dilaksanakan trauma healing, khususnya kepada anak-anak supaya psikologisnya tidak terganggu sebagai akibat dari bencana," kata Riyanto.

Menurutnya, proses penyebuhan trauma pada anak perlu dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Karena itu, simulasi diisi dengan permainan dan hiburan agar anak-anak dapat lebih rileks setelah menghadapi situasi bencana.

"Ini sifatnya latihan, tetapi bisa diimplementasikan dan dipraktikkan apabila suatu saat ada bencana," ujarnya.

Kalak BPBD Tabalong Haris Fakhrozi menjelaskan penanggulangan bencana terbagi dalam tiga fase, yakni prabencana, keadaan darurat, dan pascabencana.

"Pada bencana terdapat tiga fase yakni prabencana, keadaan darurat, dan pascabencana," kata Haris.