Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Kabupaten Banjar
WARTABANJAR.COM - Peringatan dini dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk prakiraan cuaca Kalimantan Selatan hari ini, Senin (7/9/2026).
Potensi hujan disertai petir dan angin kencang diprediksi melanda wilayah Kabupaten Banjar dan Tapin pada sore hari.
Dalam bagan BMKG, hujan terjadi mulai pukul 14.00 di Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut.
Kemudian pukul 17.00 WITA, hujan diprediksi merata di seluruh Kalsel kecuali wilayah pesisir.
Sementara cuaca Kalsel pada pagi hari diprediksi udara kabur, pada siang hari sebagian cerah berawan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal September 2026 secara umum didominasi oleh kondisi cuaca panas dan kering seiring puncak musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga Dua Siswa MTs Al Furgan Meninggal saat Kemah Akbar, Terungkap Saat Didata Jelang Pulang
Baca Juga Mengebut di Jalanan Banjarmasin, Pengemudi Mobil yang Tabrak Sejumlah Pengendara Diduga Bawa Narkoba
Berdasarkan pantauan BMKG), suhu udara pada siang hari terasa cukup terik dengan suhu maksimum di beberapa daerah bisa mencapai 34°C hingga 36°C
Sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan dan Sumatera, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan meteorologis serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meskipun didominasi cuaca kering, potensi hujan ringan atau lokal tetap ada di sebagian kecil wilayah Indonesia
Secara umum, curah hujan pada periode Agustus III hingga September II 2026 diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 0–150 mm/dasarian.
Curah hujan rendah (<50 mm/dasarian) masih mendominasi banyak wilayah Indonesia, terutama Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.
Kondisi ini turut dipengaruhi oleh El Niño kategori sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang diprakirakan masih mendominasi, sehingga cenderung menekan aktivitas konvektif dan mendukung berlanjutnya kondisi kering di sebagian wilayah Indonesia.(Wartabanjar.com)