WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Kalsel, PT Bangun Banua, terus melakujkan pembenahan strategi bisnis serta efisiensi internal demi menggenjot kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Dalam program podcast Warta Bicara, Rabu (3/9/2026), Direktur Utama (Dirut) PT Bangun Banua, H. Afrizaldi, membeberkan berbagai langkah transformatif serta capaian signifikan yang telah diukir oleh BUMD tersebut selama masa kepemimpinannya.

​Menjawab skeptisisme publik terkait latar belakang dirinya yang berasal dari kalangan politisi dan mantan anggota DPRD Banjarmasin, Afrizaldi menegaskan komitmennya untuk profesional. 

Meskipun saat ditugaskan sebagai Dirut PT Bangun Banua, kondisi perusahaan sedang "tidak baik-baik saja".

​Langkah awal yang dilakukannya adalah membangun komunikasi transparan dan mengonsolidasikan visi-misi bersama seluruh jajaran anak perusahaan.

​"Saya menggambarkan kepada mereka bahwa PT Bangun Banua ini adalah satu perahu besar menuju satu tujuan yang sama sehingga  orang-orang di dalamnya harus kompak agar kapal yang kita jalankan sesuai dengan tujuan," ujar Afrizaldi.

​Di bawah kepemimpinan Afrizaldi yang baru berjalan sekitar 1,5 tahun, PT Bangun Banua mampu mencatatkan peningkatan dividen secara signifikan bagi Pemprov Kalsel.

​Tahun-tahun sebelumnya diividen yang berada di kisaran Rp3 miliar hingga Rp4 miliar per tahun, pada tahun kepemimpinannya meninghkat 100 persen menjadi Rp8,1 miliar.

​"Tahun ini kembali meningkat hingga mencapai Rp9,1 miliar," tegas Afrizaldi.

​Peningkatan ini diraih melalui efisiensi operasional, manajemen risiko yang ketat, serta penghentian operasional sementara unit usaha yang tidak menguntungkan, seperti dua aset hotel di Banjarmasin dan Banjarbaru yang dinilai membebani biaya operasional.

Baca Juga: Tiket Pesawat Terancam Lebih Mahal, Harga Avtur Naik

Baca Juga: Ada yang Naik, Harga BBM Per 1 September 2026 Berubah Lagi, Cek untuk Kalsel

​PT Bangun Banua sendiri mengelola beberapa anak perusahaan serta kepemilikan saham di sektor-sektor strategis, di antaranya:

​PT Ambapers yang menjadi penyumbang dividen terbesar di sektor pengerukan alur navigasi sungai bersama PT Pelindo. 

Lalu, ​Dangsanak Banua Subuku yang bergerak di bidang pengelolaan gas alam.