WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan masih berlangsung. 

Salah satunya dilakukan petugas gabungan di kawasan Jalan Veteran-Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Rabu (2/9/2026) siang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha mengatakan, pada hari itu petugas menangani lima titik karhutla di sejumlah wilayah.

”Salah satunya di Sungai Sipai ini, dua titik di Kecamatan Gambut, satu titik di kawasan Gunung Ujung, Jalan Gubernur Syarkawi, serta satu titik di Sungai Tabuk,” ujarnya saat ditemui. 

Dari penanganan karhutla yang terus berlangsung, Wasis menyebut luas lahan yang terdampak di Kabupaten Banjar kini telah mencapai sekitar 1.100 hektare.

“Yang paling parah itu di Kecamatan Gambut, kemudian Sungai Tabuk, kemudian Cintapuri,” tambahnya.

Mengantisipasi meluasnya karhutla, Wasis menjelaskan pihaknya menyiapkan sejumlah langkah, termasuk penempatan pos yang lebih dekat dengan wilayah rawan.

Baca Juga Kisah Sopir Pembuka Misteri Mayat Perempuan dalam Kardus, Sekilas Lihat Tangan Manusia

Baca Juga Diduga Sengaja Bakar Lahan, Empat Perusahaan di Kalsel Disegel Kementerian LH

“Kemudian kita perkuat personel di Jalan Gubernur Syarkawi untuk mempercepat respons ketika terjadi karhutla, kita standby-kan juga tanki,” ungkapnya.

Meski masih mengalami ketersediaan air dalam penanganan karhutla di lapangan. 

Wasis mengatakan, kebutuhan pemadaman telah didukung dari instani lain yang juga tergabung dalam tim penanganan karhutla di Kabupaten Banjar.

“Tapi kita backup dengan tanki Damkar, tanki BPBD, dan kita siapkan tandon-tandon air,” Paparnya.

Ia menambahkan, status Kabupaten Banjar sendiri masih dalam kondisi Siaga Darurat karhutla hingga 30 September 2026.

Tak lupa, Wasis juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

“Pembukaan lahan jangan dengan cara membakar, dan masing-masing rumah tangga harus memperhatikan hal-hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran,” pesannya.

Penanganan di lapangan juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Banjar H Saidi Mansyur yang turun ke lokasi penanganan karhutla.