WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA - Dengan perasaan waswas, pelaku penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memantau kondisi langit, Senin (31/8/2026). 

Batik Air bahkan memutuskan membatalkan penerbangan Senin pukul 07.00 WIB setelah melihat kabut asap pada Minggu (30/8/2026) yang tidak kunjung membaik dari pagi hingga sore. 

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memang kerap menyelimuti langit bandara secara tiba-tiba hingga mengganggu pendaratan dan penerbangan.

Baca juga: Sumber Air di Tumbang Nusa Diperdalam, Wagub Kalteng Pantau Karhutla hingga Dini Hari

Baca juga: Kemarau Melanda, Polres dan PDAM HST Salurkan Air Bersih untuk Warga Desa Bulayak

Pada Sabtu (29/8/2026) dan Minggu (30/8/2026) saja ada empat penerbangan Super Air Jet dari Palangka Raya terdampak.

Penerbangan ke Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Semarang dinyatakan batal karena jarak pandang tidak aman.

Pada Minggu, aktivitas penerbangan juga dibatalkan oleh maskapai Garuda Indonesia, Citilink dan Lion Grup. 

Setelah mendapatkan pengembalian harga tiket, seluruh penumpangnya pulang, dijemput keluarga atau menggunakan transportasi yang disediakan pihak bandara. 

"Senin ini menunggu data lapangan apakah ada yang tertunda," ujar General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, Senin.

Tidak hanya penundaan penerbangan, beberapa pesawat mengalami Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara asal karena Bandara Tjilik Riwut berbahaya untuk didarati.

Bahkan, terdapat pesawat yang masih tertahan di bandara asal atau berstatus waiting at origin karena kondisi jarak pandang di Palangka Raya belum memenuhi persyaratan operasional.

I Made pun meminta calon penumpang untuk terus memantau informasi penerbangan sebelum berangkat menuju bandara.

Darmawan mengatakan sementara ini proses penerbangan pada Senin berjalan normal meski kabut asap masih menyelimuti Palangka Raya. “Belum ada cancel,” ujarnya.

Made menyatakan kondisi cuaca dan visibilitas udara (jarak pandang) di Bandara Tjilik Riwut pada Senin lebih baik dibandingkan Minggu.