WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) diminta ikut mengambil peran, dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.

Peran tersebut mencakup pencegahan, membantu pemadaman, hingga penanganan warga yang terdampak karhutla.

Instruksi itu disampaikan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Abdul Kadir Karding, saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Wilayah (Muswil) HKTI Kalsel di Grand Qin Hotel, Banjarbaru, Minggu (20/09/2026) sore.

Karding mengatakan, konsolidasi organisasi di Kalsel juga diarahkan agar HKTI mengambil peran dalam persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Saya sengaja hadir untuk konsolidasi HKTI hari ini, juga menyampaikan tiga pesan kepada DPD dan DPC di Kalsel,” ujarnya.

Karding menegaskan, yang pertama ialah bagaimana upaya pencegahan karhutla di Kalsel agar tidak terjadi maupun meluas.

Selain pencegahan, Karding meminta jajaran HKTI ikut mengambil peran ketika kebakaran sudah terjadi.

Dijelaskannya, upaya pemadaman bisa dilakukan dengan membantu petugas yang berada di lapangan.

“Yang kedua, melakukan langkah-langkah apapun yang bisa dilakukan untuk ikut memadamkan,” lanjutnya.

Baca Juga: Tabrakan di Simpang Empat Samsat Banjarbaru Subuh Tadi, Mobil Box dan Hyundai Ringsek

Baca Juga: Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Dirlantas Polda Kalsel Temui Ojol di Banjarbaru

Karding menyoroti kondisi relawan dan pihak swasta yang selama ini ikut menangani kebakaran di lapangan.

Dilanjutkannya, tidak sedikit yang harus mengandalkan biaya patungan dan peralatan sendiri saat menjalankan tugas tersebut.

“Yang mereka biaya patungan, alatnya alat sendiri, kemudian risikonya nyawa. Nah, yang kayak gini-gini HKTI perlu bantu,” ujarnya.

Selain membantu pencegahan dan pemadaman, Karding mengatakan perhatian HKTI juga diarahkan kepada masyarakat yang terdampak karhutla.

“Yang ketiga adalah membantu yang terdampak, apakah dampak kesehatan, apakah dampak ekonomi, atau dampak sosial-sosial lainnya,” ungkapnya.

Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti, dengan penyerahan bantuan sebesar Rp20 juta kepada para relawan yang menangani karhutla.