Sungai Mahakam Samarinda Mulai Asin, Perumdam Tirta Kencana Kurangi Produksi Air
WARTABANJAR.COM, SAMARINDA - Seperti Perusahaan Air Minum (PAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah dalam kondisi siaga menghadapi masuknya air laut ke sungai akibat kemarau ekstrem.
Saat ini terjadi peningkatan kadar garam di Sungai Mahakam yang menjadi sumber bahan baku Tirta Kencana.
Dari empat fase yakni normal, waspada, siaga dan kritis, Tirta Kencana masuk fase keempat.
"Saat ini kita sudah memasuki fase siaga," kata Direktur Teknik Kaharuddin.
Baca juga: Tak Bisa Olah Air Berkadar Garam Tinggi, PAM Bandarmasih Sebut Investasinya Mahal
Baca juga: Pemkab Kotim Gelar Salat Istisqa, Doa Minta Hujan Siswa SMAN 2 Timpah Kapuas Dikabulkan
Ini karena kadar garam di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pulau Atas, IPA Palaran, IPA Sungai Kapur dan IPA Kalhol naik.
"Debit air dari hulu lebih kecil, kemudian dorongan dari laut lebih besar sehingga intrusi terjadi," katanya, Kamis (27/8/2026).
Untuk memastikan kondisi air baku dan kualitas produk, Perumdam memantau kadar air Sungai Mahakam setiap 15 menit.
Oleh karena kadar garam sudah berada di atas 250 ppm, sejumlah IPA mengurangi produksinya.
IPA Anggana bahkan menghentikan sementara produksi pada Rabu (26/8/2026) pukul 08.45 Wita air baku menunjukkan kadar garam 321 ppm.
Perumdam juga mengimbau masyarakat menampung air di rumah selama pasokan mengalir dan menghematnya.
Untuk keperluan pelanggan yang mendesak, seluruh IPA menyediakan terminal khusus pengambilan air oleh masyarakat.
Wilayah yang dinilai paling rentan mengalami gangguan distribusi meliputi Pulau Atas, Palaran, Makroman, Bentuas, dan kawasan sekitarnya.
Sementara itu, proses pengolahan air secara umum masih mengikuti standar operasional prosedur. Namun, kondisi air baku saat ini cenderung lebih keruh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.(wartabanjar.com)