500 Nadhliyin Tinggalkan Kalsel, "Serbu" Jombang Ikuti Muktamar Ke-35 NU
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Diperkirakan sebanyak 500 nahdliyin (warga Nahdlatul Ulama/NU) secara bergelombang akan meninggalkan Kalsel menuju Jatim, tepatnya ke Kabupaten Jombang.
Mereka akan mengikuti dan meramaikan Muktamar Ke-35 NU yang akan berlangsung di Jombang, tepatnya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas.
Dari jumlah itu hanya nahdliyin yang menjadi pengurus inti PWNU dan PCNU yang menjadi peserta aktif muktamar.
Sisanya akan menjadi muktamirin atau penggembira memeriahkan hajatan ormas keagamaan terbesar di Indonesia ini.
Berdasar agenda, pembukaan Muktamar Ke-35 NU berlangsung Kamis (27/8/2026) malam di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Jombang.
Ketua Panitia Pusat Muktamar, Saifullah Yusuf mengatakan rencananya Presiden Prabowo Subianto akan hadir sekaligus membuka hajatan besar tersebut.
"Mudah-mudahan waktunya cocok dan Presiden berkenan," ujarnya.
Baca Juga: Kota Banjarmasin Diselimuti Kabut Asap Tebal, Siring Nol Kilometer Bau Hangit
Baca Juga: Karhutla di Banjarbaru, Jalan Menuju Bandara Syamsudin Noor Tertutupi Asap
Banyak agenda yang akan dibahas dalam muktmar, dari masalah keumatan, arah organisasi hingga pemilihan pimpinan PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) periode ke depan.
Menurut Ketua PWNU Kalsel, Muhammad Thambrin, sebanyak 178 pengurus di tingkat wilayah dan cabang (kabupaten/kota) di Kalsel telah berangkat ke Jombang.
Lainnya akan secara bergelombang berangkat secara mandiri.
“Yang di luar rombongan peserta muktamar, akan berangkat sendiri. Ada yang berangkatnya mulai hari ini dan secara bergelombang beberapa hari ke depan,” kata Tambrin, Selasa (25/8/2026).
Mengenai sosok calon pemimpin PBNU, ia menilai semua figur yang akan mencalonkan diri merupakan warga-warga terbaik NU.
Thamrin berharap sosok pemimpin yang terpilih nanti mampu menjadi pemersatu dan memiliki kapasitas keilmuan yang diterima berbagai kalangan.
Kriteria ini penting, karena menurut Kepala Kanwil Kemenag Kalsel ini, NU merupakan perkumpulan ulama yang memiliki kompetensi keulamaan, menjunjung nilai-nilai akhlakul karimah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. (wartabanjar.com)