Kapolres Banjarbaru Bantu Sembako dan Sumur Bor untuk Pesantren Terdampak Karhutla
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda didampingi Kabag Ops Kompol Agus Sugianto, Kapolsek Liang Anggang Kompol Heru Setiawan, serta Bhabinkamtibmas Landasan Ulin Utara, Aipda Fakhrin Ilham, menyambangi Pesantren Darul Mukhlasin Al-Masruryy di Jalan Kurnia Ujung, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Senin (24/08/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres menyerahkan bantuan berupa sembako untuk kebutuhan para santri. Selain itu, jajaran Polres Banjarbaru juga memberikan imbauan kepada pengelola pesantren dan para santri agar mewaspadai potensi karhutla.
Imbauan tersebut dinilai penting, mengingat lokasi pesantren berada di kawasan yang masih dikelilingi lahan dan vegetasi cukup lebat, sehingga berpotensi terdampak apabila terjadi kebakaran.
“Hari ini kami dari Polres Banjarbaru hadir di pondok ini, karena mereka juga terdampak kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di kawasan Jalan Kurnia Ujung ini. Kami membantu sembako untuk persediaan para santri,” ujar AKBP Pius.
Selain memberikan bantuan sembako, pihaknya mengingatkan pengelola pesantren dan masyarakat sekitar agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan.
Baca Juga: Karhutla di Banjarbaru, Jalan Menuju Bandara Syamsudin Noor Tertutupi Asap
Baca Juga: Dishub Banjarbaru Uji Coba Sistem Satu Arah di Jalan Barjad Mulai 26 Agustus
“Kami juga menyampaikan imbauan agar tidak membakar sampah karena pondok berdekatan dengan lahan,” katanya.
Usai melihat langsung kondisi lingkungan pesantren, Kapolres Banjarbaru juga berinisiatif memberikan bantuan pembangunan sumur bor tambahan.
Menurutnya, keberadaan sumber air sangat penting sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran di sekitar kawasan pesantren.
“Di pondok ini sebenarnya ada sumur bor, tetapi di depan. Melihat kondisi seperti ini, kami berinisiatif membantu satu sumur lagi yang nanti akan dibuat di belakang. Jadi apabila terjadi hal-hal yang memerlukan air di belakang, sudah siap,” jelasnya.