WARTABANJAR.COM - Di tangan Mark Morad, kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk membantu tunanetra "melihat" dunia di sekitarnya. 

Pemuda asal Mesir tersebut adalah mahasiswa dan wirausahawan berusia 20 tahun asal Kairo. 

Mark mengembangkan aplikasi bernama ScribeMe. Aplikasi ini memanfaatkan AI dan kamera untuk mengenali apa yang berada di hadapan pengguna, kemudian menjelaskannya melalui suara. 

Sederhananya, kamera smartphone bertindak sebagai "mata". AI kemudian mencoba memahami apa yang ditangkap kamera dan menceritakannya kepada pengguna.

Ide aplikasi ini lahir dari pengalaman Mark sendiri setelah kehilangan penglihatannya.

Mark Morad mulai mengalami gangguan penglihatan pada 2018. Pemeriksaan yang dilakukan di Mesir maupun luar negeri tidak menemukan diagnosis definitif. 

Namun dokter memperingatkan bahwa ia pada akhirnya akan kehilangan penglihatannya akibat kondisi langka pada saraf optik yang tidak dapat disembuhkan. 

Adik Mark, Karen Morad, juga mengalami kondisi serupa. Pada akhir 2021, keduanya telah kehilangan penglihatan sepenuhnya. 

Baca Juga: AI MatrAIx Bisa Bikin Manusia Virtual Sejumlah Populasi Dunia

Baca Juga: Samsung Gunakan AI Menjadi Asisten Perancang Chip, Pekerjaan Sebulan Rampung Sehari

Proses kehilangan penglihatan Karen berlangsung sekitar enam bulan, sedangkan Mark mengalaminya secara bertahap selama hampir tiga tahun.

Salah satu tantangan terbesar Mark setelah menjadi tunanetra adalah belajar. Ketika itu, aplikasi pembaca layar sebenarnya sudah bisa membantunya membaca tulisan. 

Masalah muncul ketika Mark harus mempelajari mata pelajaran seperti fisika dan kimia. 

Buku pelajaran tidak hanya berisi teks, tetapi juga grafik, diagram, hingga persamaan yang tidak selalu dapat dijelaskan dengan baik oleh aplikasi pembaca layar.

Mark sempat menghubungi sejumlah pengembang aplikasi di luar negeri yang mengerjakan teknologi serupa, tetapi tidak mendapatkan jawaban. 

Akhirnya, ia memutuskan mencari solusi sendiri. Mark belajar pemrograman secara otodidak melalui tutorial di YouTube. 

Pada 2023, ia berhasil membuat versi awal ScribeMe, yang bisa membantunya mengakses materi sekolah.