WARTABANJAR.COM - Persaingan Ducati dan Aprilia dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 diprediksi masih akan berlangsung ketat hingga akhir musim. 

Kekuatan kedua pabrikan asal Italia tersebut terus bergantian dari satu seri ke seri berikutnya. 

Salah satu faktor yang memengaruhi adalah karakteristik masing-masing sirkuit. 

Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menilai kondisi tersebut kemungkinan akan terus terjadi pada seri-seri berikutnya.

“Akan seperti ini, akan ada sirkuit yang lebih cocok untuk Aprilia dan ada yang lebih cocok untuk Ducati hingga akhir musim,” kata Tardozzi dilansir dari Crash, Minggu (23/08/2026).

Aprilia mengawali musim dengan lebih kuat. Dalam tiga seri pertama, Aprilia selalu mengungguli Ducati dalam perolehan poin konstruktor. 

Ducati kemudian membalas di Jerez melalui Marc Marquez dan Alex Marquez, yang finis di posisi pertama dan kedua. 

Setelah itu, persaingan kedua pabrikan berlangsung sangat ketat. 

Aprilia kembali unggul di Le Mans, kemudian Ducati di Catalunya. Aprilia kembali memimpin di Mugello, sebelum Ducati menguasai Balaton dan Brno.

Baca Juga: Ternyata Begini Trik Aprilia Pacu Semangat Marco Bezzecchi Menjelang Balapan di Silverstone

Baca Juga: Hasil Balapan Aragon Akan Membentuk Peta Pertarungan Gelar MotoGP 2026

Aprilia kemudian kembali unggul di Assen, sementara Ducati membalas di Sachsenring. 

Pada seri terakhir di Silverstone, Aprilia kembali menjadi pabrikan dengan perolehan poin lebih tinggi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu pabrikan yang secara konsisten dominan di seluruh jenis sirkuit.

Persaingan di klasemen pebalap juga berlangsung ketat. Marc Marquez sempat memanfaatkan sejumlah hasil buruk pebalap Aprilia, untuk memangkas jarak dari 102 poin menjadi hanya 18 poin setelah seri Sachsenring. 

Namun, Marquez mengalami akhir pekan yang sulit di Silverstone. Pada Sprint Race, pebalap Ducati tersebut hanya finis di posisi kesembilan, setelah mengalami penurunan performa ban yang signifikan.