Orang Utan di Kobar Kalteng Terancam Karhutla, Puluhan Ular Ditemukan Terpanggang
WARTABANJAR.COM, PANGKALAN BUN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak terjadi di Kalimantan tak hanya menjadi ancaman bagi masyarakat akibat asap dan kerusakan lingkungan.
Satwa liar, termasuk orang utan, juga menghadapi risiko kehilangan habitat dan sumber makanan.
Salah satu kawasan penting bagi kelangsungan hidup orang utan adalah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng.
Di sini terdapat Taman Nasional Tanjung Puting yang yang menjadi pusat konservasi terbesar orang utan di Indonesia.
Kekhawatiran pun dirasakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar.
"Kita memang sangat mengkhawatirkan orang utan, jangan sampai kena habitatnya. Orang utan ini kita jaga betul," tegas Danton Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar, Sayit Abdul Badawi, Sabtu (22/8/2026).
Ia mengungkapkan belum ada laporan dan ditemukannya orang utan yang menjadi korban karhutla.
"Jangan sampai terjadi, kami akan melakukan pencegahan," ucapnya.
Satwa lain yang menjadi korban Karhutla sudah didapatkan BPBD Kobar.
Baca Juga: Kilas Balik Karhutla Terparah di Kalimantan, Tahun Ini Mengulang 1997, 2015, 2019?
Baca Juga: Ring 1 Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru Jadi Fokus Satgas Karhutla Kalsel
Yakni, bangkai puluhan ular yang terpanggang api Karhutla.
Menurut Sayit, temuan tersebut menggambarkan besarnya ancaman karhutla terhadap ekosistem.
Jumlah satwa yang mati akibat kebakaran diperkirakan jauh lebih banyak.
"Saya melihat ada puluhan ular hangus. Kami menangani puluhan ular, belum lagi yang tidak terlihat. Bisa lebih di daerah lain," katanya.
Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kobar hingga 20 Agustus 2026, tercatat 204 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 867,49 hektare.
Pada Juli 2026 tercatat 62 kejadian, semantara sepanjang Agustus hingga tanggal 20, sudah sebanyak 94 kejadian.
Masih dari data BPBD Kobar, pemantauan satelit melalui SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat adanya 527 titik panas (hotspot).
Sebanyak 400 hotspot di antaranya baru muncul pada Agustus ini.
Sementara Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalteng berdampak pada pembatalan aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, Sabtu.