Target Minggu Depan, Kapolsek Alalak Janji Tuntaskan Kasus Tewasnya Dua Siswa MTs Al Furqan Banjarmasin
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Satu bulan lamanya sudah kasus meninggalnya dua siswa MTs Al Furqan Banjarmasin karena tenggelam di kolam saat kegiatan sekolah, ditangani pihak kepolisian.
Kapolsek Alalak Ipda Bistok Berkat Andrew Panjaitan saat dihubungi wartabanjar.com mengatakan, pihaknya memerlukan waktu hingga Rabu (07/10/2026), untuk membeberkan sejauh mana kasus tersebut berproses.
"Saya minta waktu kalau tidak Selasa ya Rabu lah sampai fiks semua ini, supaya saya bisa memastikan lengkap semua," katanya kepada Wartabanjar.com saat dihubungi Sabtu (03/10/2026) sore.
Menurutnya, kasus ini masih tetap berproses, dan pihaknya berkomitmen untuk tetap memberikan kepastian kepada kedua keluarga korban terkait hasil investigasinya seperti apa.
Sementara itu, salah satu orang tua korban, Atikah mengatakan bahwa hingga satu bulan pasca anaknya Muhammad Farhan Alkatiri meninggal, dirinya masih merasa sakit.
Sebagai orang tua, ia merasakan luka mendalam atas musibah kematian anaknya.
Baca Juga "Kami Sudah Hancur", Wawali Banjarmasin Kawal Kasus Siswa MTs Al Furqan Tenggelam di Kemah Akbar
Baca Juga Bawa Sabu Hampir 200 Gram, Pria di HST Ditangkap dalam Mobil
Menurutnya, anaknya Farhan Alkatiri tewas tenggelam di kolam area kampus UMB tak lepas dari kelalaian pihak panitia atau sekolah yang mengadakan kegiatan kemah akbar.
"Masih sakitlah ingat-ingat kejadian, ingat-ingat anak ulun (saya). Ini kelalaian anak ulun sampai meninggal," katanya, Sabtu pagi.
Terkait proses di pihak kepolisian, Atikah berharap kasus ini berujung keadilan.
"Hasilnya insyaallah semoga yang terbaiklah, sesuai harapanlah. Berharap tanggungjawabnya lah atas kelalaian yang terjadi kepada anak saya, " ujarnya.
Untuk diketahui pada Minggu (06/09/2026) terjadi musibah tenggelamnya dua siswa MTs Al Furqan Banjarmasin.
Mereka adalah Muhammad Farhan Alkatiri (13) dan Rizqi Adly Fakhrian (13).
Ketika itu keduanya mengikuti kegiatan kemah akbar yang diadakan sekolah bersama ratusan siswa lainnya di komplek kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) di Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan.