WARTABANJAR.COM, BANJAR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Jalan A. Yani Kilometer 16,75, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (3/10/2026).

Api dilaporkan mendekati bangunan di sekitar Kantor Assa Rental hingga menimbulkan kabut asap tebal yang mengganggu jarak pandang pengguna jalan.

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Yoefi Fahromi, SE, mengatakan laporan awal diterima sekitar pukul 14.30 WITA, sementara kejadian kebakaran Api Membesar dengan cepat diketahui sekitar pukul 14.59 WITA.

"Kalau kejadiannya sekitar jam 14.59," ujar Yoefi saat memberikan keterangan, Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, api membakar lahan dan sempat berada di sisi bangunan. Namun, kebakaran belum sampai membakar bangunan yang berada di sekitar area tersebut.

"Belum sempat (membakar bangunan), samping bangunan," katanya. 

Baca Juga Kualitas Udara di Banjarmasin dan Tabalong Berbahaya, ini Imbauan DLH Kalsel

Baca Juga Bawa Sabu Hampir 200 Gram, Pria di HST Ditangkap dalam Mobil

Penanganan dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Polres Banjar, serta sejumlah relawan dan unsur pemadam lainnya.

Yoefi memperkirakan sekitar 13 hingga 15 personel Tagana dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Satu unit tangki juga digunakan dalam penanganan tersebut.

"Kurang lebih 13 sampai 15 orang," ujarnya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam untuk mengendalikan api pada bagian yang dapat dijangkau petugas. Namun, kondisi lahan yang cukup luas membuat masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan penanganan.

"Lama pemadaman kurang lebih satu jam," kata Yoefi.

Berdasarkan pengamatan awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan kurang dari satu hektare. Yoefi menjelaskan, pihaknya merupakan unsur pendukung dalam penanganan sehingga penilaian luasan secara lebih rinci dilakukan oleh petugas yang berwenang di lapangan.

"Luasannya tidak sampai satu hektare," tuturnya.

Kebakaran juga berdampak pada kondisi udara di sekitar Jalan A. Yani Kilometer 17. Asap tebal atau kabut asap menyelimuti kawasan tersebut sehingga jarak pandang berkurang. Cahaya matahari terlihat redup karena tertutup lapisan asap.