Dinsos Kalsel Pindahkan Dapur Umum ke Guntung Damar, Siapkan 500 Porsi Sekali Makan
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan memindahkan dapur umum penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dari kawasan Jalan Golf Ujung ke Guntung Damar, Kecamatan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru.
Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Yoefi Fahromi, mengatakan pemindahan dilakukan pada 17 September 2026 atas instruksi pimpinan.
Sebelumnya, dapur umum di Jalan Golf Ujung aktif selama 14 hari, sejak 26 Agustus hingga 8 September 2026, dengan menyediakan 200 porsi setiap kali makan untuk kelompok personel gabungan di Hutan Lindung, Liang Anggang, dan sekitarnya.
“Dari tanggal 9 sampai 17 September, kami mendapat tugas tambahan untuk mencakup kelompok Guntung Damar. Jadi jumlahnya menjadi 400 per makanan pagi dan siang,” ujar Yoefi saat ditemui di dapur umum Dinsos Kalsel, Sabtu (03/10/2026).
Setelah berpindah ke Guntung Damar, kapasitas kemudian ditambah menjadi 500 porsi setiap kali makan. Menurut Yoefi, jumlah tersebut telah berjalan sejak 18 September, hingga saat ini.
Distribusi makanan juga menyesuaikan dinamika titik penanganan karhutla, termasuk ke posko di kawasan Sambang Lihum.
“Dengan berpindahnya kawan-kawan gabungan ke sana, otomatis konsentrasi dropping dapur kami juga ke titik posko masing-masing,” jelasnya.
Baca Juga: Truk Bermuatan Batu Fondasi Terbakar di Sungai Ulin Banjarbaru
Untuk menjalankan dapur umum, Dinsos Kalsel mengerahkan 15 personel Tagana, sedangkan 25 personel Tagana lainnya bertugas dalam penanganan dan pemadaman karhutla.
Yoefi menyebut, personel dapur umum tidak menerapkan sistem shift secara formal. Pengaturan waktu istirahat dan pergantian personel dilakukan secara internal oleh anggota tim.
Adapun operasional dapur umum dalam penanganan karhutla, mengacu pada status siaga yang ditetapkan melalui keputusan Gubernur Kalsel. Status siaga tersebut berlaku hingga 31 Oktober 2026.
“Dalam aktivasi kami pindah ini, diminta secara tidak langsung itu sampai 31 Oktober,” pungkas Yoefi. (Wartabanjar.com)