Senoman Hadrah Al Hijrah Bati-Bati, Warisan Budaya Banjar yang Bertahan Tiga Generasi
Namun, regenerasi bukan tanpa tantangan. Kesibukan orang dewasa menjadi salah satu kendala dalam mengumpulkan anggota untuk latihan maupun memenuhi undangan penampilan.
Dari sisi pendanaan, Senoman Hadrah Al Hijrah selama ini mendapat dukungan dari pemerintah desa. Selain itu, kelompok juga memiliki kas yang dikumpulkan secara bertahap untuk menunjang kebutuhan operasional.
Hairil mengatakan dukungan tersebut sangat dibutuhkan karena sejumlah peralatan kesenian memiliki harga yang cukup tinggi.
“Alhamdulillah ada dari desa. Kami juga punya kas yang disimpan sedikit-sedikit untuk operasional. Kalau tidak ada bantuan dari pemerintah memang sulit, karena alat-alat seperti gendang dan terbang itu mahal,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah dan dinas terkait terhadap kesenian daerah dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, perhatian tersebut penting agar kesenian tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan memiliki generasi penerus.
Hairil juga mengajak generasi muda untuk tidak malu mempelajari dan menjadi bagian dari kesenian tradisional.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan oleh generasi tua, tetapi harus diteruskan oleh anak-anak muda.
“Untuk generasi muda diharapkan bisa ikut berpartisipasi dan lebih semangat. Jangan malu untuk menjadi anggota Senoman Hadrah, untuk melestarikan kesenian dan budaya Kalimantan Selatan,” pesannya.
Ia mengingatkan, keberlangsungan kesenian tradisional sangat bergantung pada adanya regenerasi.
Jika generasi muda tidak lagi tertarik meneruskan, bukan tidak mungkin kesenian tersebut perlahan menghilang.
“Pastinya punah. Kalau tidak ada generasi penerusnya pasti hilang, tidak ada lagi keseniannya,” pungkas Hairil.
Penampilan Senoman Hadrah Al Hijrah dalam opening APITU BERBAGI XIV menjadi bukti bahwa seni tradisi masih memiliki ruang di tengah masyarakat.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan budaya modern, keberadaan kelompok seperti Senoman Hadrah Al Hijrah menjadi salah satu upaya nyata menjaga warisan budaya daerah Banjar agar tetap hidup dan dikenal generasi mendatang. (Wartabanjar.com)