Kemarau Panjang, Dinkes Kalsel Ingatkan Warga Waspada Diare
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit diare di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah.
Peringatan tersebut disampaikan karena kondisi cuaca kering dan panas dapat memengaruhi kebersihan lingkungan, ketersediaan air bersih, hingga keamanan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat.
Kabut asap dan udara yang tidak sehat selama musim kemarau juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, tidak hanya pada saluran pernapasan tetapi juga sistem pencernaan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Anhar Ihwan, mengatakan kondisi kemarau panjang membuat masyarakat lebih rentan terserang sejumlah penyakit.
“Karena kabut asap dan cuaca yang tidak sehat bisa membawa partikel tidak sehat semakin banyak, maka saluran pernapasan dan pencernaan menjadi rentan terserang penyakit saat musim kemarau panjang, contohnya seperti ISPA dan diare,” ujar Anhar saat diwawancarai, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan perhatian terhadap kebersihan diri dan lingkungan, terutama ketika kondisi air bersih terbatas.
Sementara itu di tempat berbeda wawancara kepada, Direktur Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru, Danny Indrawardhana, menjelaskan cuaca panas dan kering dapat meningkatkan risiko kontaminasi makanan maupun minuman.
“Udara yang kering dan berdebu membawa virus, bakteri atau kuman jadi lebih mudah beterbangan dan menempel pada makanan atau minuman terbuka. Suhu panas ekstrem juga membuat mikroorganisme berkembang biak jauh lebih cepat pada makanan, sehingga meningkatkan risiko diare,” jelas Danny.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan kebersihan makanan dan minuman selama musim kemarau. Makanan sebaiknya selalu ditutup dan disimpan dengan baik, sementara air yang digunakan untuk minum maupun mengolah makanan harus dipastikan bersih.
Kebersihan tangan juga perlu menjadi perhatian, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah.
Pemprov Kalsel berharap kewaspadaan masyarakat dapat mencegah peningkatan kasus penyakit yang berkaitan dengan buruknya sanitasi dan kebersihan selama kemarau panjang. (Wartabanjar.com)