WARTABANJAR.COM, BARABAI – Stadion Murakata Barabai kembali menjadi tempat para pelajar Hulu Sungai Tengah (HST) menunjukkan kemampuan terbaiknya menyepak bola.

Selain mengejar kemenangan, mereka membawa misi yang lebih besar yakni mengisi masa muda dengan kegiatan positif sekaligus menjauhkan diri dari narkoba dan kenakalan remaja.

Pesan tersebut mengemuka saat Turnamen Sepakbola Antar Pelajar SMA/Sederajat se-Kabupaten HST memperebutkan Piala Bergilir Kapolres HST 2026 sejak Jumat (21/8/2026).

Laga pembuka turnamen memperingati HUT Ke-81 RI tersebut mempertemukan SMAN 3 dengan MAN 2. 

Baca juga: Wisata Halau-Halau HST Berpeluang Dibuka Lagi, Aturan Pendakian Bakal Dibenahi

Baca juga: Pria di Barabai HST Ditusuk Usai Tegur Pelaku yang Mengamuk di Parkiran Plaza Murakata

Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon mengatakan turnamen ini juga bagian dari upaya mendorong generasi muda menyalurkan energi mereka ke kegiatan menyehatkan dan produktif.

Menurutnya, olahraga dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun karakter pelajar. Di dalam pertandingan, mereka belajar mengenai disiplin, kerja sama, menghormati lawan hingga menerima hasil pertandingan dengan sportif.

Polres HST, kata Jupri, juga ingin kegiatan seperti ini menjadi bagian dari pembinaan generasi muda di Bumi Murakata.

Dari lapangan sepakbola, ia berharap muncul bibit-bibit atlet yang tidak hanya mampu berprestasi di tingkat kabupaten, tetapi juga dapat berkembang hingga tingkat nasional maupun internasional.

“Polres HST berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan generasi muda di Bumi Murakata. Kami berharap dari kegiatan ini lahir talenta-talenta muda berbakat yang nantinya mampu membawa harum nama Kabupaten HST di tingkat nasional bahkan internasional,” tuturnya.

Di sisi lain, persaingan antarsekolah diharapkan tidak menghilangkan tujuan utama turnamen. Para pelajar diminta menjadikan pertandingan sebagai ruang untuk membangun pertemanan dan memperluas silaturahmi.

Jupri juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan perbedaan warna sekolah sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

“Jadikan ajang ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarpelajar. Junjung tinggi sportivitas, hormati lawan dan jangan sampai kompetisi ini justru memicu perpecahan,” pesannya. (Wartabanjar.com)