WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Indonesia baru saja menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan.

Kendati telah delapan dekade merdeka, menurut laporan World Population Review tahun 2026, Indonesia masih berada di peringkat ke-69 negara termiskin dunia dengan.

Ini menunjukkan posisi Indonesia di level menengah bawah.

Belum lagi persoalan kesenjangan sosial.

Perbedaan kondisi ekonomi antarprovinsi masih menjadi tantangan pemerintah dan ini terlihat dari adanya sejumlah wilayah yang mengibarkan bendera selain Merah Putih.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Edy Mahmud pada Rabu (5/8/2026) merilis “Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2026” berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026.

Video: Pengunjung Pasar Keramat Barabai HST Senang Bisa Beli Beras Rp10 Ribu per Liter

Baca juga:  Selain kepada Kaltim, Pemerintah Pusat Punya Utang Rp413 Miliar kepada Balikpapan

Berdasarkan data tersebut, dari 38 provinsi, enam provinsi di Papua menempati enam besar jumlah penduduk termiskin.

BPS mendefinisikan penduduk miskin sebagai penduduk dengan rata-rata per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK) atau sebesar Rp669.235 per kapita per bulan.

Dalam pengukuran, kemiskinan dipandang sebagai suatu ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan maupun bukan makanan.

Papua Tengah memiliki angka kemiskinan 30,41 persen, Papua Pegunungan 26,34 persen, Papua Barat 18,68 persen, Papua Selatan 18,54 persen, Papua 18,39 persen dan  
Papua Barat Daya 16,49 persen. 

Sebaliknya, Bali menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah yakni 3,44 persen, disusul Kalimantan Selatan dengan angka 3,63 persen.

Untuk provinsi lainnya di Kalimantan, Kalteng memiliki angka kemiskinan 5,09 persen, Kaltim 5,14 persen, Kaltara 5,18 persen dan Kalbar 5,78 persen.     

Dari 10 provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah, terdapat empat provinsi dari Kalimantan, yakni Kalsel, kalteng, Kaltim dan Kaltara.

BPS juga menyatakan jumlah penduduk miskin Indonesia terus menurun dan mencatat level terendah dalam lebih dari satu dekade.

Jumlahnya pada Maret 2026 tinggal 22,93 juta orang atau 8,07 persen dari total penduduk.