WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Akurasi alat ukur tumbuh kembang anak di Kabupaten Banjar masih menjadi perhatian Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP.

Dari 1.232 alat ukur yang menjalani tera ulang, sebanyak 88,1 persen dinyatakan akurat, sedangkan 11,9 persen sisanya belum diketahui tingkat akurasinya.

Temuan tersebut disampaikan dalam Expose Hasil Gerakan Tera Ulang Antisipasi Stunting (Gelang Anting Manis) yang digelar di Aula Kantor DKUMPP Kabupaten Banjar, Kamis (20/08/2026).

Kepala DKUMPP Banjar, Akhmad Bayhaqie, mengatakan ketepatan alat ukur dan timbang menjadi bagian penting dalam memastikan hasil pengukuran di fasilitas pelayanan kesehatan dapat dipercaya.

“Mengingat penggunaan alat ukur dan timbang yang akurat memiliki peranan penting dalam penguatan dan kepercayaan publik terhadap kinerja perdagangan, kesehatan dan keselamatan,” ujarnya.

Bagi alat ukur yang belum sesuai, Bayhaqie menjelaskan, DKUMPP Banjar menyediakan layanan peneraan ulang yang dapat dimanfaatkan untuk memastikan alat kembali memenuhi ketentuan pengukuran.

“Kami menyediakan layanan peneraan ulang secara gratis di Unit Layanan Metrologi DKUMPP,” ucapnya.

Baca Juga: Wacana Ojol Jadi UMKM, ini Pendapat Pengemudi di Kalsel

Baca Juga: Kabut Asap Menebal, Disdik Banjar Izinkan Sekolah Geser Jam Masuk dan Pembelajaran Jarak Jauh

Bayhaqie mengingatkan kader dan petugas kesehatan, agar menjaga kondisi alat ukur sekaligus menerapkan tata cara pengukuran yang benar sesuai standar.

”Ketepatan pengukuran juga berkaitan dengan data tumbuh kembang anak yang menjadi salah satu dasar dalam upaya pencegahan stunting,” ungkapnya. 

Program Gelang Anting Manis sendiri telah berjalan sejak 2022, melalui kerja sama DKUMPP dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

Ke depan, Bayhaqie menyebut tera ulang tidak hanya menyasar timbangan bayi dan anak di Puskesmas. 

”Kami berencana memperluas pemeriksaan ke alat ukur tinggi badan, serta peralatan antropometri lainnya,” pungkasnya. (wartabanjar.com/*)