WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Tanah Laut, menyisir sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk meminimalisasi potensi kelangkaan BBM di Kecamatan Pelaihari, Kamis (20/08/2026).

Patroli pengawasan ini menyasar alur distribusi, ketertiban antrean kendaraan, hingga ketersediaan stok fisik Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tangki penyimpanan di tiap SPBU. 

Langkah intensif tersebut dilakukan, guna memastikan pasokan energi bagi warga tetap aman dan terdistribusi secara adil.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Laut, Danoe Sulaiman, menyatakan pemantauan lapangan merupakan komitmen pemerintah daerah, dalam menjaga ketertiban umum sekaligus meredam keresahan publik terkait isu kelangkaan pasokan BBM.

"Patroli ini akan dilaksanakan secara berkala untuk memantau langsung situasi di SPBU wilayah Pelaihari. Kami ingin memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga dan proses penyalurannya berjalan tertib tanpa ada indikasi kecurangan, maupun penumpukan antrean yang mengganggu lalu lintas," tegasnya.

Selain melakukan inspeksi fisik, personel Satpol PPDK turut memberikan imbauan langsung kepada pengelola SPBU maupun para konsumen. 

Warga diingatkan agar tidak melakukan aksi borong (panic buying), serta menghindari praktik penimbunan BBM secara ilegal yang melanggar hukum.

Baca Juga: Percepat Pembangunan Daerah, Pemkab Tanah Laut Tingkatkan Kompetensi Aparatur Menyusunan Spesifikasi Pengadaan Barang dan Jasa

Baca Juga: Abaikan Teguran Tertulis, Satpol PP Tanah Laut Sita Pengeras Suara Warung Remang-Remang Pasar Pelaihari

Berdasarkan hasil penyisiran di beberapa SPBU se-Kecamatan Pelaihari sepanjang hari, petugas mengonfirmasi kondisi lapangan berjalan aman, kondusif, dan antrean kendaraan tetap terurai dengan lancar.

Satpol PP Tanah Laut memastikan pengawasan serupa terus berlanjut secara berkala, guna menjaga stabilitas wilayah. (Wartabanjar.com)