Ada satu kisah mengharukan saat insiden kebakaran Senin malam itu. Diketahui, Herliani yang sudah berhasil lolos dari amukan api dan berada di lokasi aman, berkeras ingin kembali masuk ke rumah yang terbakar.

Pasalnya, dia mengetahui kakaknya masih berada di dalam rumah, dan ingin kembali masuk ke dalam rumah untuk memberikan pertolongan. 

Padahal, bagian belakang tubuh Herliani saat itu, mulai dari kepala bagian belakang hingga punggung dan tangan, sudah mengalami luka bakar cukup parah.

Aksi nekat Herliani berhasil dicegah oleh regu penyelamat, sehingga dia tak bisa berkeras masuk ke rumah yang terbakar.

"Yang adik Herliani sudah berhasil keluar diamankan di tempat aman, tapi sempat mau balik ke dalam rumah lagi karena kakaknya masih di dalam. Mau menolong, padahal bagian belakang badan dari kepala sampai tangannya sudah mengalami luka bakar," ungkap Paurani. 

"Untung berhasil dicegah. Mungkin itu reaksi spontan kakak beradik ya, karena tahu ada saudara masih tertinggal dalam kondisi rumah terbakar," lanjut Paurani. 

Wartabanjar.com mencoba menghubungi salah seorang anak Herliani, di Kompleks Banjar Permai III dekat rumah yang terbakar, gagal menemui karena rumah dalam keadaan sepi. (wartabanjar.com)