Usai Resign Pria Ini Pilih Bikin Video AI Full-time dan Hasilkan Lebih Banyak Cuan
Apalagi jika ditambah dengan biaya revisi yang dalam sekali generate membutuhkan biaya 3 dollar AS (Rp53.597).
Dengan modal yang cukup besar, Laramy ternyata tidak langsung menghasilkan banyak uang.
Ia sempat mencoba mengandalkan Instagram, TikTok, dan YouTube. Namun, pemasukan dari platform tersebut belum cukup untuk membuat proyeknya menjadi pekerjaan utama.
Di Instagram, misalnya, Laramy mengaku tidak mendapat banyak pemasukan karena platform tersebut tidak membayar berdasarkan jumlah tayangan.
Sementara di TikTok, ia belum diterima dalam program Creator Rewards. Sama halnya dengan platform YouTube, Laramy mengatakan dirinya tidak langsung bisa mendapatkan keuntungan.
Namun, perubahan mulai terasa ketika Laramy beralih membuat video dengan durasi lebih panjang.
Laramy mengatakan, video buatannya yang berdurasi 15-20 menit berhasil mengantarnya meraup penghasilan lebih besar, dari upah yang sebelumnya ia terima saat masih bekerja sebagai customer service.
Meski tidak menyebut angka pastinya, Laramy merasa keputusannya untuk beralih menjadi kreator video AI sangat tepat, karena kini ia bisa mendapatkan cuan lebih banyak dari pekerjaan yang sebelumnya ia jalani.
Di luar itu, Laramy menggarisbawahi bahwa pengalamannya ini bukan serta-merta menjadikan AI sebagai "tiket" otomatis menuju kesuksesan.
Siapa pun memang bisa menggunakan AI untuk membantu menciptakan konten. Namun menurutnya, kunci sukses itu didapat jika kita tahu jenis konten seperti apa yang ingin ditonton orang. (Wartabanjar.com)