Waspada Banjir Rob di Pesisir Sungai Barito, Banjarmasin Batola Terdampak
WARTABANJAR.COM - Peringatan dini potensi banjir rob di pesisir Sungai Barito mulai hari ini, Senin (10/8/2026).
Banjir rob disebabkan adanya fase bulan baru pada tanggal 12 Agustus 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di pesisir wilayah Kalimantan Selatan.
Masyarakat pesisir pantai diimbau agar selalu waspada untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut dan fenomena banjir pesisir (rob).
Pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah Perairan Muara Sungai Barito pada tanggal 10 - 14 Agustus 2026 pukul 04.00-08.00 WITA dengan ketinggian maksimun mencapai 2.6 meter.
Baca Juga Drama Sadis Cinta Sesama Jenis, Pelaku Bohong Alasan Bunuh dan Mutilasi "Kekasih"
Baca Juga China Targetkan Matahari Buatan Mereka Akan ‘Bersinar’ di 2030
Adapun wilayah berpotensi terdampak:
Pesisir Perairan Sungai Barito, Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, Banjar, dan Barito Kuala.
Hal ini berdampak pada terganggunya aktivitas keseharian masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat.
Banjir rob adalah peristiwa masuknya air laut ke daratan akibat naiknya permukaan laut terutama saat fase pasang maksimum, baik karena pasang, badai, maupun perubahan iklim.
Jenis banjir ini sering terjadi di kawasan pesisir dan biasanya bersifat berkala, namun dalam beberapa kasus bisa menjadi permanen karena faktor lingkungan dan perubahan iklim.
Berbeda dengan banjir akibat hujan atau luapan sungai, rob berasal langsung dari air laut. Berikut penyebab banjir rob :
a. Pasang Laut (Tidal Flooding)
Naiknya permukaan air laut karena gravitasi bulan dan matahari adalah penyebab alami utama banjir rob. Ketika pasang laut mencapai titik tertinggi—terutama saat bulan purnama atau perigee (jarak terdekat bulan ke bumi)—air laut bisa meluap ke daratan, terutama di daerah pesisir yang rendah.
b. Perubahan Iklim dan Kenaikan Muka Air Laut