Superman Ikut Tangani Karhutla Kalteng Sepulang Sekolah
WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA - Ada-ada saja ulah remaja Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang satu ini.
Pria berusia 15 tahun ini mengenakan kostum Superman dan ikut melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ibu kota provinsi tersebut.
Rudiansyah mengikuti ayahnya, Mulyadin, serta para relawan melakukan pemadaman di semak belukar yang terbakar di dekat permukiman.
Kegiatan itu kerap dilakukannya sepulang sekolah.
Baca juga: Hadapi Kekeringan, Ribuan Warga Kotabaru Dapat Bantuan Air Bersih dari PT Buana Karya Wiratama
Baca juga: Golkar Tabalong Gelar Bakti Sosial, Salurkan Sumbangan dan Bantuan Air Bersih untuk Rumah Ibadah
Namun untuk mengenakan kostum superhero tersebut baru beberapa kali dilakukannya.
Dia memang sudah punya baju Superman sejak lama, namun jarang digunakan.
"Daripada main hape di rumah, lebih baik ikut ayah memadamkan kebakaran," ujarnya.
Dalam sebuah foto yang beredar, dia mengenakan kostum Superman mengangkut selang pemadam di antara semak-belukar.
Tidak seperti Superman sungguhan, itu dilakukannya dengan kerja keras.
Mulyadin mengatakan putranya sering ikut memadamkan kebakaran sehingga tahu apa yang menjadi tugasnya.
Kendati demikian, Mulyadin selalu mengawasi pergerakannya saat di lapangan.
Karhutla memang semakin marak saja di Kalteng hingga meningkatkan Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng dari Laporan Program Surveilans (web SKDR), hingga pekan ke-31 2026, ISPA mencapai 67.157 kasus.
Menurut Kasi Surveilans dan Imunisasi, Yaesar Wawan, Palangka Raya menjadi daerah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi, yakni 14.776 kasus.
Jumlah tersebut setara sekitar 22 persen dari total kasus ISPA yang tercatat di seluruh Kalteng.
"Palangka Raya paling tinggi, hampir tiga kali lipat dari Kobar yang nomor dua," kata Wawan.
Berdasarkan data tersebut, Kobar berada di posisi kedua dengan 11.726 kasus.
Selanjutnya Kabupaten Kapuas 7.434 kasus, Kotawaringin Timur 7.379 kasus, serta Barito Selatan 4.976 kasus.
Sementara daerah dengan jumlah kasus terendah yaknu Sukamara sebanyak 519 kasus, Pulang Pisau 1.004 kasus, Seruyan 1.087 kasus, Katingan 1.508 kasus, dan Gunung Mas 2.075 kasus. (wartabanjar.com)