Misalnya, bila mampu mengupas 10 kilogram per hari, upahnya bisa mencapai Rp7 juta sehari.

Perhitungan semacam itu kemudian ramai dijadikan bahan candaan oleh warganet.

Baca JugaData Sementara Korban Gempa NTT 47 Orang Meninggal, Ribuan Warga Maumere Bermalam di Tenda

VERSI KEDUA:

Cerita berbeda muncul dalam informasi yang dipublikasikan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Dalam versi ini, Susanah bukanlah buruh pengupas bawang.

Susanah disebut berasal dari Cileungsi, Kabupaten Bogor. Untuk membantu ekonomi keluarga, ia menjalani lebih dari satu pekerjaan.

Pada pagi hari, Susanah disebut bekerja menjahit kain majun, yakni potongan kain atau kain perca yang dimanfaatkan sebagai lap pembersih.

Menariknya, angka Rp700 yang disebut dalam informasi tersebut memang berkaitan dengan pekerjaan Susanah.

Namun, bukan Rp700 ribu.

Ia disebut menerima upah Rp700 untuk setiap kilogram kain majun yang berhasil dijahit. 

Dalam sehari, Susanah dikabarkan mampu menyelesaikan sekitar 20 kilogram.

Dengan demikian, penghasilan dari pekerjaan tersebut sekitar Rp14 ribu per hari jika dihitung berdasarkan volume 20 kilogram.

Setelah pekerjaan menjahit selesai, aktivitas Susanah belum berakhir.

Sekitar pukul 13.00, ia disebut melanjutkan pekerjaan di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Informasi mengenai Susanah sebagai penjahit kain majun dengan upah Rp700 per kilogram juga telah diberitakan sejumlah media setelah pernyataan Presiden menjadi viral.

Siapa Susanah yang dimaksud Presiden Prabowo?

Untuk sementara, Susanah tetap menjadi sosok yang berada di tengah dua versi informasi.

Hingga Minggu (16/8/2026), belum ada penjelasan resmi dari pemerintah atau pihak Istana.

Sosok Susanah pun bukan hanya menjadi cerita tentang seorang perempuan pekerja yang hadir di Gedung Parlemen, tetapi juga menjadi teka-teki publik mengenai pekerjaan dan angka upah yang sebenarnya. (wartabanjar.com/sud)