Pemerintah Kabupaten Tanah Laut Targetkan Tala Ethnic Carnival 2026 Jadi Event Budaya Internasional
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan event Tala Ethnic Carnival (TEC) 2026 bertema Unity in Diversity, yang diselenggarakan di Jalan H Boejasin, Pelaihari, pada Sabtu (15/8/2026) malam, berkembang menjadi festival budaya ikonik berskala internasional.
Penyelenggaraan parade busana dan budaya tahunan edisi kedua dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut mencatatkan lonjakan antusiasme masyarakat yang signifikan.
Jumlah kontestan meningkat pesat dibanding tahun sebelumnya, dari sekitar 50 peserta menjadi hampir 90 peserta yang terbagi dalam berbagai kategori, seperti SKPD, sekolah, hingga organisasi kemasyarakatan.
Baca juga: Lomba Perahu Bermesin di Jembatan Bidadari Bati-Bati Tanah Laut Pikat Warga
Secara kronologis, rangkaian parade dimulai dari titik start rute di depan area pelepasan hingga melintasi panggung utama di Jalan H. Boejasin.
Sepanjang rute, para peserta—khususnya generasi muda—menampilkan ragam inovasi busana kreasi yang memadukan simbol-simbol keberagaman etnis yang hidup berdampingan secara harmonis di Tanah Laut, mulai dari suku Banjar, Jawa, Bugis, Sunda, hingga suku lainnya.
Baca juga: Menang Siapa Barito Putera vs Isenmulang FC Hari Ini? Hendri Susilo Tidak Patok Target
Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto mengapresiasi tinggi keterlibatan aktif warga dan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak sekadar bertumpu pada pembangunan fisik infrastruktur, melainkan juga pengembangan kualitas sumber daya manusia, seni, dan kelestarian budaya.
"Ini merupakan kegiatan tahunan dan kali kedua kita melaksanakan karnaval seperti ini. Jumlah pesertanya meningkat, dari sekitar 50 menjadi hampir 70. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk berpartisipasi," ujarnya.
Rahmat menekankan bahwa kemajemukan latar belakang di Tanah Laut merupakan aset sosial mendasar yang mendasari tema utama kegiatan.
"Perbedaan inilah yang menjadi kekuatan kita. Kita memiliki beraneka ragam suku dan budaya, tetapi semuanya bisa bersatu dalam satu kegiatan. Inilah makna dari tema Unity in Diversity," katanya.