WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Maraknya kasus begal payudara di Kabupaten Banjar dapat membuat korban merasa semakin tidak aman saat beraktivitas di luar rumah.

Rasa takut dan waswas setelah mengalami pelecehan di jalan juga tidak selalu hilang begitu saja, terlebih jika kejadian serupa kembali terjadi atau korban harus melewati lokasi yang sama.

Dosen Program Studi Psikologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Emma Yuniarrahmah mengatakan korban dapat mengalami berbagai dampak psikologis setelah menjadi korban begal payudara.

“Korban bisa mengalami kecemasan, ketakutan, serangan panik mendadak, trauma, menyalahkan diri sendiri, mimpi buruk, perasaan malu, merasa hina atau jijik terhadap dirinya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).

Emma menyebut korban bisa kehilangan kepercayaan diri maupun kepercayaan terhadap orang lain, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga mengalami depresi dan gangguan suasana hati lainnya.

Terlebih, kejadian yang berulang dapat semakin memperkuat rasa tidak aman pada perempuan.

“Karena akan muncul perasaan tidak aman, takut, kecemasan yang luar biasa apabila kejadian berulang menimpa dirinya lagi sehingga dapat menyebabkan trauma,” jelasnya.

Baca Juga Hari Ini Haul Ke-500 Sultan Suriansyah di Banjarmasin, Jemaah Diprediksi Belasan Ribu Orang

Baca Juga Kemhan Klarifikasi Logo di Kapal Haji Isam: "Sudah Berizin untuk Mendukung Program Pemerintah"

Selain itu, rasa curiga juga dapat muncul terhadap situasi yang mengingatkan korban pada kejadian sebelumnya.

“Dia bisa mengalami rasa curiga terus menerus terhadap pria tak dikenal, pengendara motor tertentu, atau situasi yang mirip dengan lokasi kejadian,” ungkap Emma.

Menurutnya, rasa takut dan waswas setelah kejadian juga berpeluang berkembang menjadi trauma apabila tidak tertangani dengan baik.

Perubahan perilaku sehari-hari dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan.

“Misalnya gelisah apabila pergi sendirian, takut suara motor tertentu, mudah kaget dan panik apabila mendengar suara keras, khususnya suara motor, atau kehadiran orang lain yang datang tiba-tiba,” bebernya.

Reaksi lain juga dapat muncul secara fisik, seperti jantung berdebar, keringat dingin, sesak napas, mual hingga pusing.