WARTABANJAR.COM - Persib Bandung gagal meraih juara Piala Presiden 2026, kalah drama adu penalti atas Persebaya, 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali pada Kamis (6/7/2026).

Maung Bandung hanya mampu menjadi runner-up Piala Presiden 2026, meski menantikan 11 tahun lamanya.

Diketahui Persib meraih juara Piala Presiden pada 2015 lalu. Kabar berhembus, manajemen Persib akan memperkuat lini penjaga gawang.

Kiper asal Kroasia, Ivan Susak  diungkap akun fanbase, Instagram @persibdsgn.

"BREAKING: IVAN SUSAK MENJADI KANDIDAT KIPER PERSIB BANDUNG MUSIM DEPAN.

Ivan Susak
Umur: 28 Tahun
Negara: Kroasia HR
Tinggi: 2,03 M
Market value: 6,95 Miliar

Wani ieumah adu penaltian geh," tulis akun tersebut.

Diketahui Ivan Susak merupakan penjaga gawang asal Metkovic, Kroasia, yang lahir pada 6 Oktober 1997.

Baca Juga Suporter Serbu Medsos Asosiasi Bola Oman Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026

Baca Juga Reza Arya Penentu Juara Persebaya di Piala Presiden 2026 Kalahkan Persib di Drama Adu Penalti

Kiper berusia 28 tahun tersebut memiliki postur menjulang dengan tinggi mencapai 2,03 meter.

Ivan Susak merupakan pemain Lion City Sailors. Ia tampil impresif di Singapore Premier League dengan membukukan 10 clean sheet dan hanya kebobolan 14 gol dalam 19 pertandingan.

Ia mencatatkan 12 clean sheet dari 31 penampilan, dengan total kebobolan 36 gol dan akumulasi waktu bermain mencapai 2.790 menit.

Penampilan konsistennya turut membantu Lion City Sailors meraih dua trofi pada musim 2025/2026, yakni gelar Singapore Premier League dan Singapore Cup.

Nilai pasar Ivan Susak mencapai Rp6,95 miliar. Sayangnya ia masih terikat kontrak hingga 30 Juni 2027.

Sebelumya Kapten Persib, Adam Alis, memilih melihat perjalanan timnya di Piala Presiden 2026 dari sisi positif.

Meski harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up setelah kalah dalam adu penalti dari Persebaya Surabaya pada partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, ia menilai perjuangan seluruh pemain layak mendapat apresiasi.

Menurut gelandang bernomor punggung 18 tersebut, pencapaian hingga partai puncak merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim.