WARTABANJAR.COM, TANAH LAUT - Peninjauan langsung dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ke PLTU Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. 

Gubernur Kalsel ingin memastikan perbaikan pembangkit listrik yang berdampak pada pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Selatan. 

Saat pemantauan, Gubernur memastikan proses perbaikan pembangkit berjalan sesuai rencana agar sistem kelistrikan di Kalselteng dapat segera kembali normal.

“Forkopimda hari ini bersama-sama meninjau ke sini untuk memastikan kesiapan pembangkit di Asam-Asam maupun pembangkit lainnya,” ujar Muhidin, Selasa (4/8/2026).

H. Muhidin memaparkan, berdasarkan penjelasan dari pihak PLN, PLTU Asam-Asam memiliki enam unit generator dengan total kapasitas sekitar 500 megawatt. 

Baca Juga LBH Borneo Nusantara Gugat PLN Kalselteng ke PTUN Buntut Pemadaman

Baca Juga Kasus ISPA di Kalsel Meningkat 20 Persen di Kalsel karena Karhutla

Dari kapasitas tersebut, satu unit berkapasitas 54 megawatt mengalami kerusakan dan saat ini tengah menjalani proses perbaikan intensif.

H. Muhidin mengungkapkan bahwa semula penyelesaian perbaikan diperkirakan setelah Agustus. 

Namun, berdasarkan laporan terbaru dari PLN, unit tersebut ditargetkan dapat kembali beroperasi pada 25 Agustus sesuai komitmen yang telah disampaikan.

Selain itu, Gubernur juga memperoleh kepastian bahwa pasokan listrik dari sistem interkoneksi akan mulai kembali menyuplai kebutuhan listrik Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah pada Rabu (5/8) sekitar pukul 22.00 Wita setelah melalui tahapan uji coba.

Meski demikian, Muhidin mengingatkan seluruh pihak agar tetap siaga. Menurutnya, kondisi sistem kelistrikan masih perlu diawasi hingga unit pembangkit di PLTU Asam-Asam benar-benar selesai diperbaiki dan kembali beroperasi penuh.

“Kita tetap berdoa mudah-mudahan besok malam sekitar pukul 22.00 Wita pasokan listrik sudah kembali normal melalui transfer daya. Namun, kita tetap harus siaga sampai perbaikan di Asam-Asam selesai pada 25 Agustus,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga meninjau langsung proses perbaikan mesin pembangkit. Ia melihat sekitar lima teknisi bekerja secara bergantian selama 24 jam untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.