Kasus ISPA Meningkat 20 Persen, Kadinkes Kalsel Sebut Gegara Asap Karhutla
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Provinsi Kalimantan Selatan dilaporkan meningkat sebanyak 20 persen pada minggu ke-29 tahun 2026.
Dinas Kesehatan Kalsel pun membeberkan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai penyebabnya.
Karhutla seakan-akan jadi "menu harian" di Kalsel.
Sejumlah wilayah kerap terjadi kebakaran lahan yang membuat Pemprov Kalsel harus bergerak cepat dan efektif dalam penanganannya.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Banjarbaru merupakan wilayah prioritas penanganan karhutla.
"Dengan adanya kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan asap, ada peningkatan kasus ISPA dalam minggu ke-29 yakni naik 20 persen," ungkap Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin, saat ditemui di acara Pemprov Kalsel di Depot Soraya, Banjarmasin, Selasa (4/8/2026).
Merespons peningkatan kasus ISPA, Dinkes Kalsel memberikan perhatian pada pelayanan Puskesman terutapa terhadapa kelompok rentan seperti anak-anak.
"Kami juga ke sekolah-sekolah untuk mengimbau anak-anak juga masyarakat agar menggunakan masker," ujar Diauddin.
ISPA, menurut Diauddin, bukan tergolong penyakit berbahaya dan tak ada korban jiwa atau meninggal karenanya.
"Meninggal tidak ada. Tapi kita tetap fokus pelayanan tingkat pertama yaitu Puskesmas-puskesmas," kata Diauddin.
Baca juga: Tabalong Targetkan 40 Ribu Pekerja Rentan Terlindungi Jamsostek pada Akhir 2026
Meski demikian, Diauddin mengingatkan, Ispa adalah penyakit yang sangat menganggu kesehatan masyarakat.
Karena itu, tegas Diauddin, Dinkes Provinsi Kalsel meminta masyarakat tidak memandang sebelah mata masalah Ispa. (wartabanjar.com)
Kadinkes Kalsel Diauddin membeberkan adanya peningkatan kasus ISPA dalam acara Bincang Santai Hari Jadi Pemprov Kalsel Ke-76 di Depot Soraya, Banjarmasin, Selasa (4/8/2026). (wartabanjar.com)