Haji Isam Dengarkan Suara Masyarakat Adat Papua, Program Cetak Sawah Didukung Infrastruktur
“Pekerjaan pembukaan lahan berjalan sesuai tahapan. Infrastruktur pendukung seperti tata air dan akses jalan juga terus dibangun agar lahan yang sudah dibuka bisa segera diolah dan ditanami," kata Paino.
Ia menambahkan, verifikasi luasan lahan dilakukan secara berkala bersama Kementerian Pertanian dan pihak pelaksana guna memastikan progres tetap sesuai perencanaan.
Meski dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti kondisi lahan rawa, keterbatasan akses transportasi, serta curah hujan yang cukup tinggi, pemerintah daerah tetap optimistis program ini dapat berjalan optimal. Upaya penataan tata air terus diperkuat agar lahan dapat dikelola secara produktif.
"Selain itu, kebutuhan tenaga operator alat berat dan pendampingan kepada petani juga menjadi perhatian agar proses pengelolaan lahan berjalan efektif dan berkelanjutan," ujarnya.
Paino menegaskan, program cetak sawah di Wanam merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional dan mendapat dukungan dari pemerintah pusat, melalui Kementerian Pertanian (Kementan).
Pihak Pemprov Papua Selatan berperan dalam koordinasi lintas sektoral, serta memastikan pelaksanaan di daerah berjalan sesuai regulasi.
Ke depan, pemerintah tidak hanya fokus kepada pembukaan lahan, tetapi juga keberlanjutan produksi. Sejumlah strategi disiapkan, mulai dari pembangunan jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, hingga pendampingan penyuluh serta penguatan kelembagaan petani.
Dalam jangka pendek, kata Paino, pemerintah menargetkan penyelesaian tahapan pembangunan lahan, dan memulai musim tanam pertama.
Sementara untuk jangka panjang, lanjutnya, kawasan Wanam diharapkan menjadi salah satu sentra produksi pangan di Papua Selatan.
Nantinya, hasil panen mampu meningkatkan produksi beras, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. (Wartabanjar.com/*)