WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Tabalong kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Mishaa Adeeva Azzahra berhasil meraih gelar Juara 1 Galuh Cilik Kalimantan Selatan 2026, pada ajang Grand Final Pemilihan Nanang Galuh (Naga) Cilik Provinsi Kalimantan Selatan.

Tak hanya itu, kontingen Tabalong juga mencatatkan hasil membanggakan melalui Jasmine Aghnia yang masuk 12 Besar Galuh Cilik Kalsel 2026, M. Yakub Alkahfi sebagai Wakil 4 Nanang Cilik Kalsel 2026, serta Genta Pateh yang meraih gelar Wakil 2 Nanang Cilik Kalsel 2026.

Kabar tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana, melalui pesan WhatsApp, Minggu (02/08/2026).

Grand Final Pemilihan Nanang Galuh Cilik Provinsi Kalimantan Selatan 2026 berlangsung meriah di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin. 

Ajang pelestarian budaya daerah yang digagas Yayasan Mendulang, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu, diikuti 40 finalis cilik dari 11 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

"Sebanyak 15 finalis Nanang Cilik dan 25 finalis Galuh Cilik menampilkan kemampuan terbaik mereka, mulai dari bakat, wawasan kebudayaan, hingga kecintaan terhadap seni dan kearifan lokal Banua. Malam puncak semakin semarak dengan kehadiran ratusan pendukung yang memenuhi lokasi acara, sambil membawa spanduk dan berbagai atribut penyemangat," tutur Judid.

Baca Juga: Cetak Sawah Rakyat di Kinarum Tabalong Mangkrak, Puluhan Hektare Lahan Belum Siap Ditanami

Baca Juga: BKPSDM Tabalong Evaluasi Jabatan Fungsional Guru, Perkuat Tata Kelola Manajemen ASN

Rangkaian acara diawali dengan penampilan musik daerah dan tari tradisional khas Banjar, kemudian dilanjutkan parade seluruh finalis sebelum memasuki tahapan penilaian akhir.

Disisi lain sambutan Gubernur Kalimantan Selatan, yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ajang tersebut sebagai upaya melestarikan budaya daerah sekaligus membangun karakter generasi muda.

"Kami berharap melalui ajang ini anak-anak tampil dengan penuh percaya diri dan bangga menggunakan bahasa Banjar. Ajang ini menjadi cerminan bahwa kekayaan budaya Banua harus terus dijaga dan diwariskan sejak usia dini," ujar Dinansyah.