WARTABANJAR COM, TANJUNG– Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Kinarum, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, belum sepenuhnya membuahkan hasil.

Sebagian lahan yang dibuka melalui program Kementerian Pertanian pada tahun anggaran 2025 hingga kini masih terbengkalai alias mangkrak dan belum dapat dimanfaatkan oleh petani.

Di lapangan, sejumlah lokasi cetak sawah hanya menyisakan pekerjaan yang belum rampung.

Lahan masih dalam kondisi berantakan karena baru sebatas pembukaan lahan (land clearing), sehingga belum siap ditanami.

Camat Upau Agustian berharap proses pematangan lahan dapat segera dilanjutkan agar para kelompok tani sebagai pemilik lahan bisa mulai bercocok tanam.

Baca Juga Pria Meninggal Dunia di Sungai Martapura Diduga Kelelahan Berenang

Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Orang Tenggelam di Kawasan Menara Pandang Banjarmasin

"Luas lahan CSR yang telah dibuka mencapai puluhan hektare dan diharapkan bisa segera dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya para petani," kata Agustian, Minggu (2/8/2026).

Sementara itu, Kepala Desa Kinarum, Epatha, mengungkapkan pekerjaan pembukaan lahan di lokasi CSR belum selesai.

Namun, bantuan benih dan pupuk dari Kementerian Pertanian sudah lebih dulu dikirim sehingga hingga kini masih tersimpan di gudang desa.

"Sekitar 30 hektare lahan CSR sudah dibuka, tetapi pekerjaannya belum tuntas. Akibatnya bantuan benih masih menumpuk di gudang desa karena lahan belum siap ditanami," ujar Epatha.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Tabalong, Rahmani, mengakui pelaksanaan program cetak sawah menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Menurut dia, medan yang berat dan vegetasi yang lebat membuat pekerjaan di sejumlah lokasi tidak dapat diselesaikan hingga tahap pengolahan lahan.

"Memang sejumlah lokasi lahan CSR terhenti hanya sampai tahap land clearing, tidak sampai olah lahan, termasuk di Desa Kinarum," kata Rahmani.

Ia memastikan lahan yang belum tuntas tersebut akan kembali dilanjutkan pada tahun ini melalui kegiatan pengolahan lahan secara swakelola dengan melibatkan Brigade Pangan.