Rencana FIFA Jual Sebagian Kepemilikan Komersial Kompetisi Picu Ancaman Boikot
FIFA menjamin investor swasta sama sekali tidak akan memiliki pengaruh terhadap penyelenggaraan Piala Dunia.
Penolakan tetap datang dari berbagai pihak. European Leagues menyebut proposal itu sebagai perkembangan ceroboh yang berpotensi memecah sepak bola dunia.
“Piala Dunia tidak boleh dijual. Turnamen ini bukan aset ekuitas pribadi milik Presiden FIFA,” tulis European Leagues.
Serikat pemain global FIFPro meminta FIFA segera mempertimbangkan kembali proposal tersebut. Organisasi itu khawatir Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya akan berubah menjadi aset investasi untuk modal swasta.
FIFPro juga menilai proyek berskala besar tersebut disusun secara tertutup dan berpotensi mengubah secara permanen kepentingan yang mendasari penyelenggaraan kompetisi.
Presiden LaLiga, Javier Tebas, menuduh Infantino berusaha membeli suara menjelang Kongres FIFA pada Maret 2026.
“Ini tidak terlihat seperti reformasi. Ini terlihat seperti kampanye elektoral yang dibiayai dengan masa depan sepak bola,” kata Tebas.
“Pembangunan tidak boleh digunakan untuk membeli suara atau membungkam pihak lain. Kompetisi dan hak komersial FIFA, bukan warisan pribadi Infantino,” ujarnya.
“Siapa pun yang mencampurkan politik, disiplin, uang, dan kekuasaan tanpa transparansi tidak dapat memimpin apa pun. Infantino bukan solusi untuk tata kelola FIFA. Dia adalah masalahnya,” ucap Tebas.
Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman sekaligus Presiden Borussia Dortmund Hans-Joachim Watzke, juga melontarkan kritik keras. Dia menyebut rencana FIFA sebagai serangan nyata terhadap sepak bola.
“Sebuah batas telah dilanggar. Jika sepak bola Eropa bersatu menolak rencana ini, sikap tersebut akan membawa pengaruh yang sangat besar,” kata Watzke. (Wartabanjar.com)