Anak-Anak Tanah Laut Suarakan Setop Perkawinan Dini dan Bahaya Napza
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Isu krusial seputar pencegahan perkawinan anak, bahaya Napza, hingga edukasi literasi digital, menjadi fokus utama yang disuarakan anak-anak dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Gedung Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Rabu (23/09/2026).
Gerakan yang dipelopori langsung oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Tanah Laut ini, bertujuan membuka ruang partisipasi aktif generasi muda, sekaligus mengedukasi masyarakat luas.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Ilham Mubarok, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk komitmen lintas sektor dalam pemenuhan hak-hak anak, dan mewujudkan Kabupaten Tanah Laut yang layak anak.
"Tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat tentang pencegahan kekerasan terhadap anak, pernikahan usia dini, dan pekerja anak. Mendorong keterlibatan aktif Forum Anak Daerah Kabupaten Tanah Laut sebagai 2P, yaitu Pelopor dan Pelapor," terang Ilham Mubarok saat menyampaikan laporan kegiatan.
Ia menambahkan, sub-tema yang diusung berfokus langsung pada ketahanan mental dan keselamatan lingkungan anak sehari-hari.
"Untuk Kabupaten Tanah Laut hari ini mengambil sub-tema: Lindungi Teman, Mendorong Pertemanan Setara Tanpa Kekerasan," tambah Ilham Mubarok.
Komitmen anak-anak FAD ini mendapat sambutan hangat dari Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Maria Ulfah.
Baca Juga: Lahan Terbakar Capai 893 Hektare, Pemkab Tanah Laut Evaluasi Status Siaga Darurat Karhutla
Baca Juga: Harhubnas 2026 di Tanah Laut Tekankan Integrasi Moda dan Budaya Keselamatan Transportasi
Menurutnya, keterlibatan anak sebagai penggerak utama merupakan langkah nyata pembentukan karakter kepemimpinan.
"Anak-anak yang ada di hadapan kita adalah aset-aset yang harus kita jaga dengan baik. Dan ketika aset ini tidak produktif, maka kita dapat membayangkan bagaimana masa depan Tanah Laut ke depan," tegas Maria Ulfah.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli, yang mengingatkan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam menjamin ruang aman bagi anak.