Festival Tunas Bahasa Ibu Digelar di Batang Alai Selatan HST, Generasi Muda Diajak Lestarikan Bahasa
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Upaya melestarikan bahasa Banjar terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST).
Salah satunya melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS) yang digelar di SDN Banua Rantau, Kamis (30/7/2026).
Festival tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk menampilkan kemampuan berbahasa daerah sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa ibu sebagai bagian dari identitas budaya Banjar.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) HST, Salihin, mengatakan pelestarian bahasa daerah perlu dimulai sejak usia dini agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Bahasa ibu adalah identitas yang harus kita jaga. Melalui festival ini, anak-anak tidak hanya belajar berbahasa, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Baca juga: Dorong Produk Pangan Lokal HST Tembus Ritel Modern, Wabup Minta UMKM Urus Registrasi PSAT-PDUK
Menurutnya, pelestarian bahasa daerah tidak dapat dilakukan oleh sekolah saja.
Peran keluarga dan lingkungan juga menjadi faktor penting agar bahasa Banjar tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap Festival Tunas Bahasa Ibu mampu membangkitkan semangat generasi muda untuk terus menggunakan bahasa Banjar dengan bangga.
“Semoga kegiatan ini mampu melahirkan generasi yang mencintai budaya daerahnya sehingga bahasa ibu tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi,” katanya.
Festival yang diikuti pelajar dari berbagai sekolah di Batang Alai Selatan tersebut menghadirkan beragam perlombaan dan penampilan berbahasa daerah.
Baca juga: Warga Desa Awang Bersyukur Jalan Menuju Sawah Diperbaiki Lewat TMMD HST 2026
Selain ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antarsekolah sekaligus melatih kepercayaan diri peserta didik dalam mengekspresikan kemampuan berbahasa dan berkesenian.
Pemkab HST berharap Festival Tunas Bahasa Ibu dapat menjadi agenda yang terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian bahasa Banjar.
Dengan dukungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, bahasa ibu diharapkan tetap diwariskan kepada generasi penerus sebagai salah satu kekayaan budaya daerah. (wartabanjar.com)