WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Bupati Tabalong HM Noor Rifani memanggil manajemen PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung, menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Bupati Tabalong, Kamis (30/07/2026). Dalam pertemuan tersebut, pihak PLN memaparkan penyebab gangguan kelistrikan, serta langkah-langkah yang dilakukan untuk memulihkan pasokan listrik di wilayah Tabalong.

Usai pertemuan, Fani sapaan akrabnya mengatakan pemadaman listrik terjadi akibat gangguan pada tiga pembangkit, yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

"Kami telah menerima penjelasan dari PLN mengenai kondisi terkini. Alhamdulillah, satu pembangkit sudah kembali beroperasi, yaitu pembangkit TPI di Tabalong yang kini telah masuk kembali ke sistem interkoneksi," jelas H Fani.

Menurut dia, beroperasinya kembali pembangkit tersebut diharapkan mampu mengurangi frekuensi maupun durasi pemadaman listrik, yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.

"Dengan kembali beroperasinya pembangkit TPI Tabalong, kami berharap durasi pemadaman semakin singkat dan tidak lagi terjadi setiap hari," ujarnya.

Baca Juga: Hingga Juli 2026, BNNK Tabalong Rehabilitasi 25 Pengguna Narkoba, Satu Orang di Bawah Umur

Baca Juga: Kapolres Tabalong Terima Ketua DPC NU, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Noor Rifani mengungkapkan, berdasarkan penjelasan PLN, satu pembangkit lainnya di Kalimantan Tengah ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026.

Apabila target tersebut tercapai, pasokan listrik pada sistem interkoneksi akan semakin stabil, sehingga potensi terjadinya pemadaman juga dapat ditekan.

Ia berharap seluruh proses perbaikan pembangkit, dapat selesai sesuai jadwal agar pelayanan kelistrikan kembali normal.

"Listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat. Karena itu kami terus mendorong agar proses penanganan gangguan, dapat dipercepat sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman," ucapnya.

Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) ULP Tanjung, Mekka Iriyandie, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan layanan yang terjadi.

Ia menjelaskan, satu pembangkit telah kembali beroperasi dan masuk ke sistem interkoneksi melalui TPI Tanjung.