"Rapat Dengar Pendapat pada hari ini menyampaikan hasil pertanggungjawaban tim terpadu penyaluran BBM bersubsidi khusus untuk nelayan. Jadi, diawali sebelum kita melaksanakan klarifikasi, kita juga melaksanakan RDP," kata Kepala DKPP Tanah Laut, M. Kusri.

Ia menerangkan bahwa kuota penerima BBM bersubsidi untuk tiap nelayan diatur bervariasi bergantung pada skala dan kapasitas kapal yang dimiliki.

"Untuk nelayan beda-beda, terutama yang di Kuala Tambangan itu ada yang 100, ada yang 265, kemudian ada yang 350. Jadi, berbeda sesuai dengan kapalnya," terangnya.

Ia memperjelas rincian kuota untuk wilayah Desa Tabanio yang mencakup ratusan kapal besar dan beberapa kapal berukuran kecil.

"Kemudian yang di Tabanio ada yang 615, ada yang 100 juga. Jadi, yang 178 itu kapal besar, kemudian yang 9 kapal kecil menerima 100 liter per bulan," ungkapnya.

Guna memastikan penyaluran solar subsidi tepat sasaran dan mencegah potensi kebocoran, M. Kusri menegaskan bahwa tim pengawas selalu mengawal langsung proses pembongkaran BBM di lokasi.

"Kemudian, setelah pascaklarifikasi, kita tim penyaluran itu melaksanakan pemantauan setiap mobil datang itu kita tunggui bersama dengan tim untuk betul-betul solar tersebut diterima langsung oleh nelayan sesuai dengan rekomendasi," jelas M. Kusri.

BACA JUGA: Pengelola SPBUN Tegaskan Komitmen Layanan BBM Nelayan Tanah Laut Sesuai Aturan

BACA JUGA: Tolak Mafia Solar, Ratusan Nelayan Kuala Tambangan Pasang Spanduk Perlawanan di Tanah Laut

Ia membeberkan rekapitulasi jumlah armada tangki BBM yang sudah berhasil disalurkan kepada ratusan kapal nelayan hingga hari pelaksanaan RDP.

"Sampai saat ini sudah 10 tangki yang sudah kita distribusikan. Sepuluh tangki dikali 13 kapal setiap tangkinya, berarti 130 kapal sudah menerima sampai dengan saat ini," paparnya.

M. Kusri menegaskan komitmen dinasnya untuk terus memantau dan menyelesaikan target penyaluran puluhan ribu liter solar subsidi bagi para nelayan.

"Kemudian besok juga datang lagi, sampai dengan tanggal 8 itu harus terdistribusi ke nelayan 108.000 liter," pungkasnya. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor: Yayu