Misteri Kematian Pangeran Arab Saudi, Pengadilan Sebut Akibat Campuran Alkohol dan "Obat Pesta"
Setelah mendengarkan seluruh keterangan saksi dan ahli dalam sidang di Pengadilan Koroner Inner West London, Asisten Koroner Jean Harkin memutuskan bahwa kematian Pangeran Abdullah merupakan sebuah insiden yang tidak disengaja akibat mengonsumsi berbagai zat secara bersamaan, bukan bunuh diri atau tindak pidana.
Hasil pemeriksaan toksikologi juga mengungkap kondisi mengejutkan.
Kadar alkohol dalam darah Pangeran Abdullah mencapai 222 mg per 100 ml, hampir tiga kali lipat dari batas legal.
Menurut para ahli, kadar alkohol setinggi itu bisa menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran hingga koma.
Penyelidikan menemukan pula kondisi yang jauh lebih berbahaya.
Di dalam tubuh sang pangeran juga terdeteksi Gamma-hydroxybutyrate (GHB) yakni zat "obat pesta" dalam kadar yang berpotensi mematikan.
Selain itu, pemeriksaan juga menemukan jejak ganja, Xanax (alprazolam), serta beberapa obat anti-kecemasan lainnya.
Hasil autopsi memastikan Pangeran Abdullah tidak menderita penyakit akut maupun penyakit kronis yang dapat menjelaskan kematiannya.
Menurut The Telegraph, pada Agustus 2025, Pangeran Abdullah pernah menjalani program detoksifikasi di Priory Clinic, Roehampton, untuk mengatasi ketergantungan alkohol, benzodiazepin, dan pregabalin.
Setelah menyelesaikan perawatan di sana, ia sempat dipindahkan ke Rainford Hall Clinic di Merseyside.
Di fasilitas tersebut ia menjalani perawatan karena infeksi saluran pernapasan atas sebelum akhirnya dipulangkan pada Oktober 2025
Konsultan psikiater Dr. Victoria Chamorro menyampaikan kepada pengadilan bahwa sang pangeran mengalami gangguan kecemasan dan suasana hati yang rendah, namun menunjukkan perkembangan positif selama menjalani terapi.
Pada 2 Desember 2025, Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan secara resmi meninggalnya Pangeran Abdullah di luar negeri.
Salat jenazah dilaksanakan di Masjid Imam Turki bin Abdullah, Riyadh, salah satu lokasi yang kerap digunakan untuk prosesi pemakaman anggota keluarga kerajaan Arab Saudi.
(wartabanjar.com/sud/telegraph)