Siswa Atlet KKO SMAN 2 Banjarmasin Akhirnya Naik Kelas, Disdikbud Kalsel Sebut Ada Perbedaan Aturan
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Banjarmasin, Muhdi Harto, menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya persoalan tersebut melalui kerja sama antara pihak sekolah, Disdikbud Kalsel, Dispora, dan praktisi olahraga.
Ia menegaskan, SMAN 2 Banjarmasin berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan seluruh pihak demi kemajuan pendidikan dan olahraga tanpa merugikan siswa.
“Alhamdulillah, hari ini kami SMAN 2 Banjarmasin bersifat kooperatif dan bersama dengan Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan, kemudian juga Dispora dan praktisi olahraga, alhamdulillah kendala dalam hal siswa KKO kami nyatakan sudah selesai dan semua bisa tersenyum,” jelas Muhdi.
Muhdi juga mengakui bahwa sebelumnya pihak sekolah berpedoman pada aturan internal yang telah ditetapkan. Namun, dalam proses penyelesaian persoalan tersebut, pihak sekolah mengetahui adanya regulasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang memberikan nilai tambah bagi atlet berprestasi.
“Jadi untuk semua siswa KKO, selama ini aturan yang kami pegang hanya dari sekolah. Ternyata ada aturan yang lebih tinggi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sehingga ada nilai tambah dari sana,” ungkapnya.
Dengan adanya penyesuaian terhadap aturan tersebut, para siswa atlet memperoleh nilai tambah yang mencukupi untuk memenuhi persyaratan kenaikan kelas ke kelas XI.
Ke depan, pihak sekolah berencana mengevaluasi sistem rekrutmen serta meningkatkan koordinasi dengan Disdikbud dan Dispora Kalsel agar prestasi olahraga dan capaian akademik siswa dapat berjalan seimbang.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah.
Ia berharap keseimbangan antara prestasi olahraga dan akademik para atlet dapat terus dijaga.
Menurutnya, atlet yang mengikuti program KKO tetap harus memenuhi kewajiban akademik, termasuk persyaratan kenaikan kelas.
“Ke depannya kami akan terus berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan SMAN 2 Banjarmasin yang merupakan satu-satunya SMA di Kalimantan Selatan yang memiliki KKO. Dengan demikian, prestasi olahraga dan akademik atlet dapat berjalan secara seimbang,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)
Editor Restu