Jemaah Umrah HST Tetap Tolak Tawaran Dana 50 Persen dari Hijaz Safar, Mediasi Gagal
WARTABANJAR.COM, BARABAI - Pertemuan Hj Fauziah dan pemilik Travel Hijaz Safar, Suriadi, dalam satu forum mediasi ternyata belum mampu mengakhiri polemik gagalnya keberangkatan 41 calon jemaah umrah asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.
Mediasi yang difasilitasi Polres Hulu Sungai Tengah di Aula Bhayangkara, Rabu (22/7/2026) malam hingga Kamis (23/7/2026) dini hari itu berlangsung cukup alot.
Meski seluruh pihak akhirnya hadir, pembahasan berakhir tanpa kesepakatan mengenai pengembalian dana para calon jemaah.
Dalam forum tersebut, Hj Fauziah mengaku hanya sanggup mengembalikan sekitar 50 persen dana yang diterimanya dari para jemaah.
Adapun sisa pengembalian diharapkan menjadi tanggung jawab Travel Hijaz Safar. Usulan tersebut langsung ditolak para calon jemaah.
Mereka menilai seluruh pembayaran dilakukan kepada Hj Fauziah harus menjadi tanggung jawab pada pihak yang menerima setoran.
Para jemaah hanya bersedia memperhitungkan biaya yang memang telah digunakan, seperti pembuatan paspor, vaksin meningitis, maupun perlengkapan umrah yang telah diterima.
Perwakilan keluarga jemaah, Ijab, mengatakan kehadiran langsung Suriadi dalam mediasi menjadi perkembangan baru dibanding pertemuan sebelumnya. Namun, hasil yang diharapkan para korban belum juga tercapai.
“Kami tetap meminta dana dikembalikan sesuai hak jemaah. Sampai mediasi selesai belum ada kesepakatan karena tawaran yang disampaikan tidak sesuai dengan harapan kami,” ujarnya.
Menurut Ijab, para calon jemaah hingga kini masih mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan.
Namun apabila musyawarah terus menemui jalan buntu, mereka mulai mempertimbangkan langkah lain, termasuk meminta DPRD Hulu Sungai Tengah memfasilitasi rapat dengar pendapat dengan menghadirkan seluruh pihak yang berkaitan.
Sementara itu, Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Jupri JHP Tampubolon menegaskan kepolisian hanya bertindak sebagai fasilitator agar komunikasi antara para calon jemaah dengan pihak travel tetap terbuka.