Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan materi yang diperoleh dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan program, hingga evaluasi anggaran yang responsif gender di instansi masing-masing.
Sementara itu, Bupati Tabalong menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabalong berkomitmen memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan maupun laki-laki dalam pembangunan daerah.
“Kalau dia berprestasi akan kita beri apresiasi. Dari RPJMD dan kebijakan yang kami lakukan tidak ada yang membedakan antara laki-laki dan perempuan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Rifani juga menyoroti tingginya angka pernikahan dini yang dipicu oleh anak putus sekolah.
Menurutnya, pemerintah daerah berupaya menekan kondisi tersebut melalui program beasiswa agar anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA.
Ia menilai pernikahan dini dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari ketidaksiapan orang tua dalam mengasuh anak, kondisi ekonomi keluarga yang belum mapan, hingga meningkatnya risiko stunting.
Karena itu, ia berharap para peserta bimtek dapat menjadi agen perubahan dengan memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan gender, pendidikan, serta pencegahan pernikahan dini.
Di akhir kegiatan, Bupati Tabalong secara resmi menutup rangkaian Bimtek Pengarusutamaan Gender yang telah berlangsung selama empat hari. (wartabanjar.com/Suhardi)







