WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Seorang anak berusia lima tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Tabalong, Desa Pamarangan Kiwa RT 02, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Kamis (23/7/2026) siang.

Korban diketahui bernama Al Fatih Muhammad Aqsa.

Berdasarkan informasi kepolisian, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 Wita saat korban bermain dan mandi di sungai bersama sejumlah teman sebayanya.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo melalui Kasi Humas, IPTU Heri Siswoyo mengatakan berdasarkan keterangan saksi, korban diduga tidak bisa berenang sehingga tenggelam di aliran Sungai Tabalong.

"Korban saat itu bermain dan mandi bersama teman-temannya. Dari keterangan saksi, korban diduga tidak bisa berenang hingga akhirnya tenggelam," kata Heri.

Korban yang tak kunjung pulang ke rumah membuat ibu korban bersama keluarganya melakukan pencarian setelah mendapat informasi dari teman-teman korban.

Keluarga kemudian melakukan penyelaman di lokasi kejadian.

Sekitar pukul 14.30 Wita, korban ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman sekitar empat meter, berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi awal korban mandi.

BACA JUGA: Pencarian Anak Diduga Tenggelam di Sungai Tabalong Diperluas

BACA JUGA: Pencarian Anak Diduga Tenggelam di Sungai Tabalong Belum Membuahkan Hasil

Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD H. Badaruddin Kasim Tanjung untuk menjalani pemeriksaan medis, namun hasil pemeriksaan menyatakan korban telah meninggal dunia.

Usai menerima laporan, personel Polres Tabalong mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah data dan memeriksa para saksi.

Polisi juga melayat ke rumah duka serta membuat berita acara penolakan autopsi sesuai permintaan pihak keluarga.

Heri mengatakan seluruh rangkaian penanganan berlangsung dengan aman dan lancar.

Polres Tabalong mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai maupun perairan lainnya.

"Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah terjadinya musibah serupa, terlebih bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang," ujar Heri.