DPRD Kalsel Sikapi Serius Belasan Siswa Atlet Tidak Naik Kelas, Ombudsman Tunggu Laporan
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Permasalahan tidak naik kelasnya belasan siswa atlet di SMAN 2 Banjarmasin mendapat perhartian serius dari DPRD Kalsel.
Sementara Ombudsman Kalsel menunggu laporan atau pengaduan untuk bisa merespons permasalahan tersebut.
Anggota Komisi IV DPRD Kalsel (membidangi Pendidikan), HM Syarifuddin menilai persoalan ini bukan semata urusan administratif sekolah.
Tetapi juga harus dilihat dalam perspektif lebih luas, yakni pembangunan sumber daya manusia dan pembinaan olahraga prestasi daerah.
"Prestasi akademik tetap harus dijaga. Namun negara juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan membina atlet pelajar yang sedang mengharumkan nama daerah," tegas Syaripuddin yang akrab disapa Bang Dhin kepada pers, Rabu (22/7/2026).
Dikatakannya, karena siswa atlet sering mengikuti pemusatan Latihan dan berbagai kejuaraan dari tingkat daerah hingga internasional, maka belajar mereka berbeda dengan siswa reguler.
Kondisi ini semestinya diantisipasi melalui sistem pembelajaran yang adaptif.
"Bukan mengurangi kualitas pendidikan, melainkan memberikan mekanisme pendampingan akademik yang terukur," ujarnya.
Terkait permasalahan di SMAN 2 Banjarmasin, Bang Dhin mendesak Disdikbud Kalsel segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan KKO (Kelas Khusus Olahraga).
"Kami akan meminta penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan, pihak sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya agar persoalan ini dapat dilihat secara objektif berdasarkan data, bukan semata-mata berdasarkan opini publik," ujarnya.
Baca Juga: Belasan Siswa Atlet Tidak Naik Kelas di SMAN 2 Banjarmasin Momentum Evaluasi Program KKO
Permasalahan ini berawal dari tidak naiknya belasan siswa atlet yang berada di SMAN 2 Banjarmasin, pada tahun ajaran 2026/2027 ini.
Menurut Asisten Kehumasan Bidang Komunikasi dan Kemitraan SMAN 2 Banjarmasin, Rano Welum, mereka tidak naik kelas karena nilai akademiknya tidak memenuhi syarat kenaikan.
Selain itu, lanjutnya, mereka kerap tidak melaksanakan tugas yang diberikan guru.
Menurut Rano, meski siswa jalur KKO, mereka harus tetap memperhatikan keseimbangan antara kegiatan sebagai atlet dan tugas akademik.